Drs. Melkianus Adoe: SK Menhut agar Ditinjau Kembali
Spirit NTT No 174/IV Edisi 31 Agustus - 6 September 2009
POS KUPANG/BENNY JAHANG

MELKIANUS ADOE
Rabu, 2 September 2009 | 16:40 WITA

KUPANG, SPIRIT--Ketua DPRD NTT, Drs. Melkianus Adoe, meminta agar surat keputusan (SK) Menteri Kehutanan (Menhut) RI, No. 384/Menhut-II-2009 perlu ditinjau kembali.

SK Menhut ini berkaitan permintaannya kepada Badan Kenservasi dan Sumber Daya Alam (BKSD) NTT untuk menangkap 10 Komodo di kawasan Wae Wuul, Kabupaten Manggarai dan di Riung Kabupaten Ngada untuk dipindahkan ke Bali dan dilepas di Taman Safari. 
 
Diwawancarai oleh wartawan dari beberapa media masa bertempat di ruang kerjanya pada hari Rabu (29/7/2009), 
Mel Adoe mengatakan bahwa pada prinsipnya masyarakat dan pemerintah NTT menolak permintaan Menteri Kehutanan, MS. Ka’ban, untuk  memindahkan 10 komodo ke Bali pada bulan Agustus 2009. 
 
"Seharusnya pemerintah pusat menghormati keunggulan dan potensi dari masing- masing daerah, mengingat  komodo berada di wilayah NTT dan merupakan salah satu  primadona  obyek wisata yang sangat digemari oleh wisatawan asing maupun lokal," katanya.
 
Seharusnya, lanjut Mel Adoe, sebelum mengeluarkan SK dimaksud, Menteri Kehutanan berkoordinasi/memberikan informasi terdahulu kepada Pemda dan DPRD NTT. "Saya sebagai pimpinan Dewan saja baru mengetahui setelah membaca berita di koran," katanya. 
 
Mel Adoe mengatakan bahwa Taman Nasional Komodo (TNK) merupakan tanggung jawab pemerintah pusat, namun taman tersebut berada di wilayah NTT dan komodo merupakan satwa yang dibanggakan oleh masyarakat dan Pemda NTT. Apalagi saat ini masuk dalam kontes pemilihan tujuh keajaiban dunia. "Mengapa pemerintah pusat harus memindahkannya ke Bali?" tanyanya retoris.
Sebagai ketua Dewan, Mel Adoe menyarankan kepada Pemda NTT agar koordinasi perlu ditingkatkan lagi dengan pemerintah pusat, sehingga setiap keputusan yang diambil, baik pemerintah pusat maupun daerah, benar-benar berpihak pada kepentingan daerah dan rakyat NTT.   (onQ/humas-dprd/ntt)
 

         

(Spirit NTT)

Share on Facebook  
1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

betul... jangan mau potensi daerah di acak-acak trus sama pemerintah pusat... enak aj... nanti lama-lama potensi karang laut NTT juga di "Garuk" abis utk di bawa ke Bali/Jawa... trus mereka yang dapat nama... NTT dibikin "kosong"... salut buat Pak Mel... bravo!!

Posted by: Icat Daris | Kamis, 13 Januari 2011 | 11:51 WITA

betul... jangan mau potensi daerah di acak-acak trus sama pemerintah pusat... enak aj... nanti lama-lama potensi karang laut NTT juga di "Garuk" abis utk di bawa ke Bali/Jawa... trus mereka yang dapat nama... NTT dibikin "kosong"... salut buat Pak Mel... bravo!!

Posted by: Icat Daris | Kamis, 13 Januari 2011 | 11:50 WITA

P Adoe,kmi usulkan agr bpk sndri yg jd promtornya dtg bersma bbrp ang.DPR kab

Posted by: maria doy | Rabu, 18 Agustus 2010 | 15:13 WITA

"Bravo"p Adoe km sbg putra NTT support atas ke tegasan bpk yg menolak SK Menhut,jgn pernah biar kan NTT di-acak2kan ol para menteri yg t bijak dlm mengluarkan st kptusan,km usulkan agr sma wkil rakyat asal NTT dr daerah s/d pusat buat st Pernyataan bersma menolak tgas SK ini thanks GBU.

Posted by: Maria Doy | Rabu, 18 Agustus 2010 | 14:18 WITA

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
Copyright © 2009 PERSDA NETWORK – All rights reserved  |  About Us  |  Privacy policy  |  Terms of use  |  Contact Us  |