Sumteng Dukung Pengusaha Kembangkan Jagung Hibrida
Spirit NTT No 173/IV Edisi 24 - 30 Agustus 2009
Ilustrasi

Jagung
Senin, 31 Agustus 2009 | 22:05 WITA

WAIBAKUL, SPIRIT--Sejumlah pengusaha asal Pulau Jawa berniat menanamkan modal alias berinvestasi di Kabupaten Sumba Tengah (Sumteng).

Di Kabupaten Sumteng, para pengusaha ingin mengembangan tanaman jagung seluas 1.000 hektar (ha) di Desa Tana Modu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay. Bupati Sumteng, Drs. Umbu Sappi Pateduk, yang kerap disapa Umbu Bintang, bersama masyarakat seluruh elemen masyarakat setempat mendukung investasi dimaksud. 
 
Para pengusaha itu antara lain Hasim Djojohadikusumo, Mr. Ron Muller, Mr. Mic, Mr. Roki, Group Comoexindo International dan group teh sari wangi. Sebelumnya, mereka telah mengunjungi Kabupaten Sumteng beberapa waktu lalu. Dan, mereka menilai Raa Nidu, Desa Tana Modu cocok untuk pengembangan tanaman jagung.
Laision Officer Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Indonesia Timur, Ory Octavianus, kepada SPIRIT NTT di Hotel Artha Waikabubak, Kabupaten Sumbar, Senin (17/8/2009) lalu, berharap niat para pengusaha itu bisa didukung pemerintah dan masyarakat setempat.
 
"Pengusaha menilai wilayah di Pulau Sumba sangat potensial bagi pengembangan tanaman jagung. Daerahnya sangat luas, namun sebagian besar lahannya belum diolah maskimal. Kondisi geografis alam di Sumba berbeda dengan daerah Flores yang umumnya berbukit-bukit dan cocok untuk tanaman perdagangan," kata Ory. 
 
Ory mengatakan, banyak putra/i asal Pulau Flores yang berhasil mengenyam pendidikan tinggi, karena hasil pengembangan dan penjualan tanaman perdagangan. Karena itu, putra/i asal Pulau Sumba juga bisa seperti itu jika seluruh elemen yang ada di Pulau Sumba mendukung kehadiran investor guna mengembangkan usaha di wilayah itu. 
 
Keinginan dan rencana para investor menanamkan modalnya di Pulau Sumba, kata Ory, bukan sekadar teori tanpa pelaksanaan. Rencana itu telah dibuktikan sejak tahun lalu, mereka telah mulai menanam dan mengembangkan jagung hibrida jenis bisi16/B16 pada lahan seluas 68 ha di Warambadi, Kabupaten Sumtim. Hasil produksinya cukup memuaskan, di mana rata-rata produksi jagung setiap hektar sebanyak 4,8 ton. 
 
Kedatangan group pengusaha asal Jawa itu dipimpin langsung oleh pengusaha Hasim Djojohadikusumo. Para pengusaha itu bergerak di berbagai bidang, pada bidang tanaman pangan atau semusim seperti jagung, sorgum dan kedelai, di bidang tanaman tahunan seperti jati, mahoni, akasia dan ekaliptus. Sementara di bidang pariwisata seperti perhotelan dan restoran serta di bidang sarana dan prasarana di antaranya pelabuhan dan pengangkutan. 
 
Kedatangan para pengusaha diterima langsung Bupati Kabupaten Sumteng, Drs. Umbu Sappi Pateduk, dan Ketua DPRD Kabupaten Sumteng, Drs. Umbu Dedu Ngara. Terhadap rencana para investor itu, Bupati Umbu Sappi Pateduk menyatakan bahwa pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat mendukung niat investor mengembangkan usaha di wilayah ini. Karena itu, selaku kepala pemerintahan, dirinya mempersilahkan investor mengkaji dan meneliti tentang potensi lahan yang ada serta peruntukannya agar dapat diperhitungkan kelayakan usahanya. 
 
Umbu Sappi, mengatakan, jumlah penduduk Sumteng lebih kurang 60.000 jiwa yang mendiami wilayah seluas lebih kurang 200.000 ha. Lahan Sumteng umumnya milik masyarakat adat sehingga jika lahan itu akan dipakai investoe, maka pemerintah siap memfasilitasi pelaksanaan investasi. (pet)
 
Berharap Dukungan Pemkab
 
HASIM Djojohadikusumo, mewakili para investor, mengatakan, kedatangan mereka ke Pulau Sumba setelah mendapat kabar langsung dari Ory Octavianus, yang menyatakan bahwa wilayah Sumba sangat luas dan potensi alamnya sangat besar. Karena itu, sejumlah pengusaha dari berbagai bidang tertarik untuk melihat langsung potensi yang ada di Pulau Sumba untuk investasi mereka.
 
Khusus mengenai produksi jagung, Hasim mengatakan, kebutuhan jagung dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu setiap tahun negara Indonesia harus mengimpor jagung dari Afrika Selatan sebanyak 1.200.000 ton/tahun. Sedangkan pengembangan sorgum dilakukan untuk penyediaan etanol bagi kebutuhan bahan bakar minyak. 
 
Hasim berharap ada dukungan dari pemerintah dan masyarakat demi memperlancar rencana pengusaha menginvestasi usaha di daerah ini.  (pet) 
 

 

(Spirit NTT)

Share on Facebook  
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
Copyright © 2009 PERSDA NETWORK – All rights reserved  |  About Us  |  Privacy policy  |  Terms of use  |  Contact Us  |