Lanjutkan Eksplorasi Tambang Emas Batu Gosok
Spirit NTT No.169/III edisi 27 Juli-2 Agustus 2009
POS KUPANG/SALOMO HABA

Salah satu titik pengeboran yang dilakukan PT Grand Nusantara dalam tahap eksplorasi emas di kawasan Batu Gosok, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Gambar diambil, Sabtu (11/7/2009).
Jumat, 31 Juli 2009 | 15:24 WITA

KUPANG, SPIRIT--Eksplorasi tambang emas di daerah Batu Gosok, Kabupaten Manggarai Barat, oleh investor dari Cina, Grand Nusantara, belum merusak lingkungan karena belum sampai pada tahap eksploitasi.

 "Eksplorasi tambang emas di Batu Gosok tetap dilanjutkan karena belum berdampak terhadap lingkungan di sekitar lokasi," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi NTT, Bria Yohanes, di Kupang, Kamis (23/7/2009).
 
Menurut dia, dalam dunia usaha pertambangan tidak dikenal adanya perusakan lingkungan, tetapi mengubah lingkungan yang dulunya tidak dilirik orang dan tidak bernilai ekonomi menjadi dilirik investor dan bernilai ekonomi tinggi.  
 
Bria mengatakan, jika ada penambangan yang selesai digali lalu dibiarkan, maka bukan tambangnya yang ditolak, tetapi kelemahan manejemen dalam melakukan pengawasan. Karena itu, manajemen seperti ini harus diubah. 
 
Situasi di Batu Gosok saat ini, kata Bria, banyak orang  mempersoalkan analisa dampak lingkungan (Amdal) yang belum ada. Menurut dia, karena masih pada tahap  eksplorasi, maka belum membutuhkan amdal. "Amdal tersebut dibutuhkan apabila eksplorasi yang dilakukan tersebut akan dilanjutkan ke tahap eksploitasi," katanya.
 
Ia menambahkan, eksplorasi yang dilakukan saat ini masih sebatas mencari tahu, apakah tambang tersebut memenuhi syarat untuk dieksploitasi secara bisnis atau tidak.
 
Dinas Pertambangan, lanjut Bria, sesuai laporan dari staf di lokasi tambang, menyimpulkan bahwa eksplorasi masih bisa diteruskan, tetapi berdasarkan pertemuan dengan Asisten II Setda NTT, Partini Harjokusumo, harus menunggu laporan dari Dinas Pariwisata dan Kehutanan serta Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) NTT.
 
Hasilnya, kata dia, akan disampaikan dalam pertemuan terpadu untuk koordinasi antar-instansi guna melihat dokumen yang belum lengkap. Sejauh ini,  kegiatan di lapangan belum berpengaruh terhadap lingkungan dan getaran yang membahayakan manusia, hewan dan tempat wisata. (ant)
 

 

(Spirit NTT)

Share on Facebook  
1 dari 3 Halaman Komentar | First Prev Next Last

penggalian barang tambang apalagi berskala besar lebih pada mendatangkan kerugian bagi masyarakat penghuni tanah tumpah darahnya yang sudah ratusan tahun; dan yang untung adalah investor, lihat saja kasus tambang emas di timika papua dan di buyat manado, rakyat yang jadi korban pencemaran lingkungan alamnya sedangkan pemerintahteristimewa pusat lebih ingin meraih keuntungan sebanyak2nya demi pusat lalu dikorupsi untuk segelintir orang daripada pembangunan dari daerah dimana bahan galian itu ada. sebaiknya dihentikan dan mulailah pemerintah dengan cara lain untuk membuat masyarakat sejahtera karena pertambangan pada dasarnya merusak lingkungan alam apalagi pulau kecil seperti flores dan lembata. jadi pemerintah harus mendengar apa kata kaum rohaniwan dan para tuan tanah dan pemangku adat daripada main sendiri.karena yang berpengalaman adalah di lapangan bukan yang duduk di belakang meja tiap waktu dan hanya memerintah penuh kegeraman padahal pemerintah asalnya dari rakyat dan untuk rakyat,maka layanilah rakyat apa maunya rakyat bukan apa maunya pemerintah karena asal pemerintah adalah dari rakyat.

Posted by: thomas tamal | Senin, 29 November 2010 | 14:42 WITA

kalau itu infestor yang mau meningkatkan kebutuhan perekonomian kita maka kita patut mendukung dalam hal,memperluas lapangan pekerjaan bagi penganguran dan yg kedua memang semuanya segala sesuatu pasti ada resiko dari setiap pengolahan limbah,tapi perlu di klarifikasi untuk limbah pembuanganya,

Posted by: tobias harum | Kamis, 18 November 2010 | 13:50 WITA

2 komen dr saudara saya di atas adalh bnar adanya... sebenar nya pembodohan didaerah NTT pda umumnya,adalah dri golongan orang2 kita sendri,(ANEH TAPI ITULAH ADA NYA)... Bpk Kadis yth,sekLi saya baca ttng argumen bapak,semua nya gak ada yg jelas... soo mending turun aja deh,,, yg nama nya EKSPLOITASI tambang itu gk ada yg baik,logika nya barang kalo gak dipake rusak,gimana kalo dipake ataw dengan sengaja merusak, hasl nya KOSONG BESAR,pak... Bpk harus ingat keturunan bpk dong,anak,cucu,cicit,dst... DUKUNGLAH GLOBAL WARMING JNGAN SAMPE DI KITA...

Posted by: Hamdan | Sabtu, 28 Agustus 2010 | 12:30 WITA

Pernyataan bahwa Eksplorasi tambang emas di Batu Gosok tetap dilanjutkan karena belum berdampak terhadap lingkungan di sekitar lokasi. Ini adalah pernyataan irasional. Karena sebuah pertambangan harus dilakukan karena adanya AMDAL. Apakah Kepala Dinas Pertambangan yang akan bertanggung jawab untuk pemulihan dan perbaikan bentangan alam yang telah dihancurkan oleh aktivitas tersebut. Menurut saya, sebaiknya diinstirahantkan karena lokasi itu masih berada dalam kawasan penyangga parawisata Komodo. Apalagi Komodo sedang dipromosi menjadi The Seven Wonders, yang bisa menjadi kebanggaan NTT dan Indonesia. (Herry Naif - WALHI NTT)

Posted by: Herry Naif | Kamis, 29 April 2010 | 04:42 WITA

Grand Nusantara/GN lakukan eksplorasi tentu akan dilanjut dengan eksplotasi. Pak Bria tidak tahu ato pura2 tidak tahu?? Urusan degradasi alam karena aktivitas pertambangan semua orang paham la! So,pak bria berpikir dulu la baru ngoce,ato sudah baku ator ko dgn GN? Sehingga pak bria jadi humas GN? Maksimalisasi sumber daya alam selalu menguntungkan pemodal!!! Ini yang buat Aceh dan Papua selalu bernapsu talak tiga dengan NKRI. Pak bria tidak sedang birahi dengan uangkan?! Salam sayang buat pak bria. . .

Posted by: rony gsa | Selasa, 6 April 2010 | 16:50 WITA

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
Copyright © 2009 PERSDA NETWORK – All rights reserved  |  About Us  |  Privacy policy  |  Terms of use  |  Contact Us  |