KUPANG, SPIRIT--DPRD NTT meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Propinsi NTT dan Kabupaten Sumba Timur memperbaiki saluran primer bendungan Kadumbul, Kecamatan Palakahembi, Sumba Timur, yang jebol dua tahun lalu.
Patahan saluran tersebut harus diperbaiki guna menyelamatkan petani setempat.
Permintaan itu disampaikan ketua tim kunjungan kerja (Kunker) DPRD NTT untuk Sumtim, Jonathan Kana, S.E dalam rapat di Kantor Bupati Sumtim, Selasa (15/6/2009). Tim kunker diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumtim, Umbu Hamakonda, SE, M.Si. Turut hadir, Asisten II Setda Sumtim, Ir.Juspan, perwakilan Bappeda Sumtim, jajaran SKPD dan sejumlah staf dari dinas teknis.
Jonathan Kana mengatakan, pemerintah pernah menjanjikan kepada masyarakat untuk memperbaiki bendungan tersebut. Namun sudah hampir dua tahun janji tersebut belum terealisasi. "Telah lama masyarakat setempat menanti perbaikan bendungan tersebut. Masyarakat butuh untuk berbagai keperluan terutama bagi petani. Ini menyangkut kehidupan masyarakat banyak. Dewan berharap saluran yang rusak itu segera diperbaiki supaya bisa dimanfaatkan kembali," kata Jonathan.
Perwakilan Dinas PU, Karolus Pake Pani yang turut dalam kunker DPRD NTT menjelaskan, Dinas PU Propinsi NTT sedang mempersiapkan perbaikan saluran irigasi tersebut. Menurut rencana, perbaikan akan dilakukan PT.Waskita Karya sebagai pemenang tender mulai Juli 2009. "Tender sudah kita lakukan dan perbaikan sedang dalam persiapan," kata Karolus.
Selain itu, kata Karolus, tidak hanya bendungan Kadumbul yang diperbaiki, bendungan Tidas yang rusak setahun lalu karena bencana juga sedang dalam persiapan untuk diperbaiki.
Sekda Sumtim, Umbu Hamakonda mengimbau Dinas PU supaya memperhatikan jalan lingkar selatan Sumtim yang rusak. Menurutnya, jalan tersebut butuh perbaikan karena kondisinya tidak membantu kelancaran mobilitas masyarakat setempat.
"Teman-teman PU propinsi barangkali belum banyak yang tahu. Jalan di situ paling susah, apalagi musim hujan. Bagaimana masyarakat bisa lancar dan cepat membawa hasil kebun dan ternak untuk dijual di kota kalau kondisinya demikian," ujar Hamakonda.
Untuk diketahui, patahan saluran primer bendungan Kadumbul terjadi pada dua titik, yakni titik pertama sepanjang 10 meter dan titik kedua sepanjang 30 meter. Akibatnya, saluran air tersebut tidak dapat digunakan untuk irigasi persawahan desa setempat. (aa)
(
Spirit NTT)