DPRD NTT: Selamatkan Petani Kadumbul
Spirit NTT Edisi 29 Juni - 5 Juli 2009
Sabtu, 4 Juli 2009 | 18:23 WITA

KUPANG, SPIRIT--DPRD NTT meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Propinsi NTT dan Kabupaten Sumba Timur memperbaiki saluran primer bendungan Kadumbul, Kecamatan Palakahembi, Sumba Timur, yang jebol dua tahun lalu.

Patahan saluran tersebut harus diperbaiki guna menyelamatkan petani setempat.
Permintaan itu disampaikan ketua tim kunjungan kerja (Kunker) DPRD NTT untuk Sumtim, Jonathan Kana, S.E dalam rapat  di Kantor Bupati Sumtim, Selasa (15/6/2009). Tim kunker diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumtim, Umbu Hamakonda, SE, M.Si. Turut hadir, Asisten II  Setda Sumtim, Ir.Juspan, perwakilan Bappeda Sumtim, jajaran SKPD dan sejumlah staf dari dinas teknis.

Jonathan Kana mengatakan, pemerintah pernah menjanjikan kepada masyarakat untuk memperbaiki bendungan tersebut. Namun sudah hampir dua tahun janji tersebut belum terealisasi. "Telah lama masyarakat setempat menanti perbaikan bendungan tersebut. Masyarakat butuh untuk berbagai keperluan terutama bagi petani. Ini menyangkut kehidupan masyarakat banyak. Dewan berharap saluran yang rusak itu segera diperbaiki supaya bisa dimanfaatkan kembali," kata Jonathan.

Perwakilan  Dinas PU, Karolus Pake Pani yang turut dalam kunker DPRD NTT  menjelaskan, Dinas PU Propinsi NTT sedang mempersiapkan perbaikan saluran irigasi tersebut. Menurut rencana, perbaikan akan dilakukan PT.Waskita Karya sebagai pemenang tender mulai Juli 2009. "Tender sudah kita lakukan dan perbaikan sedang dalam persiapan," kata Karolus.

Selain itu, kata Karolus, tidak hanya bendungan Kadumbul yang diperbaiki, bendungan Tidas yang rusak setahun lalu karena bencana juga sedang dalam persiapan untuk diperbaiki.

Sekda Sumtim, Umbu Hamakonda mengimbau Dinas PU supaya memperhatikan jalan lingkar selatan Sumtim yang rusak. Menurutnya, jalan tersebut butuh perbaikan karena kondisinya tidak membantu kelancaran mobilitas masyarakat setempat.

"Teman-teman PU propinsi barangkali belum banyak yang tahu. Jalan di situ paling susah, apalagi musim hujan. Bagaimana masyarakat bisa  lancar dan cepat membawa hasil kebun dan ternak untuk dijual di kota kalau kondisinya demikian," ujar Hamakonda.


Untuk diketahui, patahan saluran primer bendungan Kadumbul terjadi pada dua titik,  yakni titik pertama sepanjang 10 meter dan titik kedua sepanjang 30 meter. Akibatnya, saluran air tersebut tidak dapat digunakan untuk irigasi persawahan desa setempat. (aa)
 

(Spirit NTT)

Share on Facebook  
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
Copyright © 2009 PERSDA NETWORK – All rights reserved  |  About Us  |  Privacy policy  |  Terms of use  |  Contact Us  |