Foenay Tantang IPSI NTT
POS KUPANG/SIPRI SEKO

Sekum PB IPSI, Erizal Chaniago (bertopi tii langga) dan Wagub NTT, Esthon Foenay (kedua dari kanan) pose bersama pengurus IPSI NTT saat pembukaan Rakerda Pengprop IPSI NTT di aula Hotel Cahaya Bapa II, Kupang, Selasa (30/6/2009).
Rabu, 1 Juli 2009 | 14:50 WITA

SECARA nasional Ikatan Pencaksilat NTT (IPSI) sudah memiliki reputasi bahkan hingga tingkat internasional. Untuk atlet, NTT pernah menyumbang Yonas Sanam dan Muhamad Badu mewakili Indonesia di berbagai event internasional. Sementara untuk wasit, Ferdinan Amatae merupakan salah satu ketua pertandingan yang dimiliki PB IPSI.

"Sejak dulu IPSI NTT sudah memiliki reputasi nasional bahkan internasional sehingga harus dipertahankan. Saya mau tantang IPSI NTT agar bisa bersaing dan menunjukkan prestasi yang lebih bagus agar jangan hanya menjadi cabang olahraga prioritas di KONI NTT, tetapi bersama tinju, atletik dan kempo menjadi cabang super prioritas," kata Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si, ketika memberikan arahan dalam rapat kerja daerah (Rakerda) Pengprop IPSI NTT di Aula Hotel Cahaya Bapa II, Kupang, Selasa (30/6/2009).

Esthon yang juga Wakil Gubernur NTT itu, mengaku sangat bangga karena jumlah atlet silat NTT makin bertambah. Hal ini, kata Esthon, menandakan manajemen organisasi IPSI NTT sudah berjalan dengan bagus. Untuk itu, dia berharap agar potensi ini dijadikan kekuatan untuk meraih prestasi yang tinggi.

Sekretaris Umum PB IPSI, Erizal Chaniago, pada kesempatan tersebut mengatakan harapannya agar NTT tetap memiliki kesamaan pandangan, yakni menjadikan pencaksilat menjadi tuan di rumah sendiri. "Menjadi pengurus atau atlet silat tidak boleh mengeluh. Tunjukkan sikap satria bahwa dari keterbatasan yang ada kita harus tetap punya optimisme untuk berkembang. Jadikan pencaksilat menjadi budaya yang harus tetap dipertahankan. Terima kasih saya ucapkan kepada Pemerintah Propinsi NTT yang terus mendukung pembinaan pencaksilat di sini," ujarnya.

Ketua Umum Pengprop IPSI NTT, Ir. Piet Djami Rebo, pada kesempatan tersebut mengatakan, ke depan IPSI harus lebih meningkatkan prestasinya. Karena itu, katanya, IPSI harus berani menunjukkan prestasinya. "IPSI harus mengetahui apa tantangan yang dihadapinya ke depan. Jangan mundur karena keterbatasan, tapi bagaimana membuat keterbatasan itu menjadi sebuah kemajuan untuk meraih prestasi," ujarnya. (eko)
 

(Dion DB Putra)

Share on Facebook  
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
Copyright © 2009 PERSDA NETWORK – All rights reserved  |  About Us  |  Privacy policy  |  Terms of use  |  Contact Us  |