Pemkab Ende Pinjamkan Pengusaha Rp 2 M
(Pos Kupang 23 Juni 2009 halaman 18)
Senin, 29 Juni 2009 | 03:45 WITA

Pemkab Ende pada tahun 2008 diduga memberikan pinjaman dana Rp 2 miliar kepada pengusaha tertentu di daerah itu tanpa sepengetahuan DPRD setempat. Tahun 2005, Pemkab Ende juga memberikan pinjaman p 1,5 miliar kepada pihak ketiga. Sampai saat ini, semua pinjaman itu belum dikembalikan.

Hal ini terungkap dalam rapat tim anggaran DPRD Ende dengan tim anggaran Pemkab Ende dengan agenda pembahasan perhitungan anggaran tahun 2008. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi DPRD Ende, Jumat (19/6/2009).
 
Anggota DPRD Ende, Heribertus Gani, S.Pd, yang juga anggota panitia anggaran Dewan mengatakan, pinjaman dana kepada pihak ketiga yang mencapai Rp 3,5 miliar itu patut dipertanyakan. "Terhadap persoalan ini, kami mengharapkan kepada pemerintah dapat memberikan data-data terkait pinjaman, karena kami ingin melihat apakah pinjaman tersebut sesuai aturan atau tidak," kata Heribertus.

Dia mengatakan, peminjaman dana itu adalah kebijakan sepihak pemerintah karena DPRD Ende secara kelembagaan tidak pernah tahu. "DPRD tidak pernah membahas persoalan pinjaman, mungkin pemerintah membicarakan secara tersendri dengan komisi B atau dengan unsur pimpinan Dewan," kata Heribertus.
 
Menurut dia, dana yang dipinjamkan kepada pihak ketiga itu harus dimaksukkan ke dalam pos sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun anggaran (TA) 2008.

Heri juga mempertanyakan pengggunaan dana Silpa senilai Rp 21 miliar karena ia menilai penggunaan dana itu tanpa diketahui panitia anggaran. Dia meminta pemerintah memberikan data-data terkait dengan penggunaan dana Silpa dimaksud dengan tujuan dapat diketahui sejauhmana penggunaannya.
Informasi yang dikumpulkan menyebutkan bahwa terungkapnya pinjaman kepada pihak ketiga oleh pemerintah didasari dari hasil temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Wilayah Denpasar. Hingga saat ini pemberian pinjaman itu belum dikembalikan oleh pihak ketiga kepada pemerintah. (rom)
(Hansen Pah)

Share on Facebook  
1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Kalau mau pinjam uang ya di Bank sajalah jgn gunakan uang PEMDA, kecuali memang itu berhubungan dengan kontrak kerja sama dan pengusaha ambil sebagai uang muka yang dituangkan dalam kontrak. untuk memperjelaskan itu maka BPK, atau KPK segera memeriksa nepotisme ini.....

Posted by: Ruslan Belang | Kamis, 12 Mei 2011 | 10:00 WITA

Berita dari NTT selalu basi! Paling berputar-putar pada birokrat yg rasa hebat krn dpt DIPA dan lain uang dari pusat paling besar! Jadi tidak perlu heran klo Leburaya buat Anggur Merah! Tanpa kapitalisasi dari Jakarta, NTT harusnya sudah lama dilikuidasi!! Mungkin perlu siapkan pulau untuk bangun kasino di NTT biar penjudi bisa hambur2 uang di NTT. So untuk rekanku valen reku, kapan kita bertemu cari investor untuk bangun kasino di flores saja. Capai kawan klo jadi pengemis ke Jakarta! Lama-lama kita bisa jadi pelacur yang diobralpun, lelaki ogah mampir. Slama jadi pengemis kita tidak pernah mandiri! Jadi jangan bicara cintakasih yang penuh gombal klo kita tidak mandiri.

Posted by: rony gara | Senin, 5 Juli 2010 | 12:13 WITA

BEGITU GERSANG DAN TANDUS DI TENGAH DAERAH YANG SEJUK DAN BEREMBUN,PEMIKIR MENJADI KERDIL BILA SELALU MEMIKIRKAN KAPAN DIRI INI MILIKI DUIT. TIDAK PERLU UREA ATU TSP UNTUK SUBURKAN SAWI DITANAH INI..YANG DIBUTUHKAN ADALAH OTAK,KATA DAN LAKU UNTUK BERSIHKAN ISI DIKEPALA PEMUDAKU INI.Valentinu reku

Posted by: valentinus reku | Sabtu, 15 Agustus 2009 | 17:48 WITA

sehingga tidak harus merantau kemalaysia.saya perna membaca pengalaman yang dituliskan oleh seorang pemuda di magelang jawa tengah.awalnya dia membentuk kelompok tani dan sekarang omsetnya miliaran.memang butuh waktu dan Pembelajaran serta pelatihan sdm untuk mencapai semua itu.Aparat khususnya Dept.Pertanian kab.Ende jangan hanya duduk dibalik meja akhir bulan dapat upah...anda yang memiliki sekolah bidang pertanian dapatkah anda membina dan membentuk kelompok kelompok tersebu dan mengembangkan jiwa wirausaha bidang pertanian...? anda sebagai Pejabat coba berpikir Kreatif kita lihat Gorontalo Propinsil yang masih mudah...keberhasilan bukan datang dengan sendirinya, tapi bagaimana seorang pemimpin mengerahkan kemampuan dan polah pikir yang kreatif untuk membangun daerah.saya valentinus reku asli ende,tepatnya kelahiran Aeero Moni Koanara,saya adalah seorang Pemasar Multi Produk Dari thn 1992/1993 s/d saat ini,saya merantau kejakarta walaupun saya tidak bersekolah tapi pengalaman dan wawasan menggurui dan mengajari saya bagaimana mengembangkan pemikiran kreatif.

Posted by: valentinus reku | Sabtu, 15 Agustus 2009 | 17:41 WITA

saya rasa,andaikan itu benar bahwa ada dana yang dipinjamkan dan belum dikembalikan oleh pihak ketiga sejumlah 3,5 M,maka perlu ada kejelasan..siapa itu pihak ketiga..dan berapa lama jangka waktu pinjaman.dan andaikan tidak sesuai dengan prosedur maka ini sudah termasuk KKN,karena melanggar aturan dan undang undang yang ada,sehingga yang terlibat harus dibenahi.anggaran begitu besar ko malah diberikan kepada pengusaha.padahal kita liha,sumber pendapatan perkapita masyarakat begitu rendah,mengapa tidak ada satu upaya mengembangkan SDM dan membangun usaha bidang pertanian. saya kasi contoh...manfaatkan tenaga kaum mudah...untuk mengembangkan usaha bidang pertanian,tidak perlu usaha yang begitu besar.Mulai membentuk kelompok tani satu kelompok dibentuk 10 sd 15 orang. Dengan sedikit modal mereka menyewa lahan kemudia menanam sawi atau apapun,dan hasil panen mereka bisa jual dengan membangun tempat penjualan dipinggir jalan di tengah kampung.

Posted by: valentinus reku | Sabtu, 15 Agustus 2009 | 17:40 WITA

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
Copyright © 2009 PERSDA NETWORK – All rights reserved  |  About Us  |  Privacy policy  |  Terms of use  |  Contact Us  |