POS KUPANG.COM, LARANTUKA --- Manager PT PLN Ranting Waiwerang, Yohanes Fonge, menjanjikan, pada April 2012 belasan desa di Pulau Adonara yang saat ini jaringannya sedang terpasang bisa menikmati listrik. Warga sudah bisa mengucapkan selamat tinggal terhadap lampu petromaks yang selama ini menemani warga pada malam hari.
"Pihak perusahaan yang bermitra dengan PLN, sejak Agustus 2011, sudah memasang tiang di sekitar belasan desa yang diprogramkan listriknya. Namun, belum semua desa pemasangannya selesai pada akhir tahun, bahkan hingga awal tahun 2012 pemasangan belum selesai. Kami perkirakan pada bulan April mendatang jika semua pekerjaan selesai dikerjakan, mulai dari pemasangan tiang dan pembersihan pohon-pohon yang mengganggu oleh warga dan dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh pihak PLN, kami yakin April 2012 warga sudah menikmati listrik PLN," kata Fonge, Senin (6/2/2011).
Fonge tampak berang dengan pemberitaan Pos Kupang terkait sorotan warga Desa Bilal bahwa PLN hanya memasang tiang. Fonge pun bertanya siapa nama warga dan apa statusnya walaupun Fonge tahu bahwa kondisi pemasangan tiang listrik oleh CV Delta di Bilal belum selesai, begitu juga di Adonara Tengah. Dengan demikian sejumlah warga di Adonara merasa tidak puas dan mendatangi Balai Gelekat Leweotana untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Warga Adonara Tengah yang terdiri dari sejumlah kepala desa, tokoh masyarakat yang bertemu Wakil Ketua DPRD, Antonius Hubertus G Hadjon, meminta agar DPRD meninjau lokasi, jika tidak mereka akan mencabut tiang listrik yang sudah ditanam dan membayar ganti rugi tanah serta tanaga masyarakat.
Terhadap hal itu, Fonge mengakui kesal karena warga mendahului sebelum berkoordinasi dengan dirinya. "Mestinya sebelum ke Dewan, warga koordinasi dulu dengan managemen PLN. Kita bahas dulu permasalahannya dan solusinya. Kendalanya pada pengangkutan material yang mendahulukan sembako ketimbang barang-barang PLN. Apalagi cuaca yang buruk selama ini membuat segalanya terhambat," kata Fonge.
Sebelumnya diberitakan, PLN Ranting Waiwerang sejak tahun 2011 hanya memasang tiang. Warga meminta PLN Ranting Waiwerang mencabut kembali tiang yang sudah dipasang dan membayar ganti rugi atas kerjasama yang sudah dibangun selama ini.