SAMA seperti sepakbola, cabang futsal akan lebih dahulu sebelum pembukaaan PON XVIII 2012, 9 September 2012. Sesuai petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan PB PON XVIII 2012, cabang futsal akan mulai dipertandingkan, 6 September 2012. Demikian diinformasikan Ketua Harian BFD NTT, Melkisedek Lado Madi, dalam rapat pengurus di Sekretariat KONI NTT, Rabu (8/2/2012).
Melkisedek mengatakan, akan ada 12 tim yang bertanding di PON XVIII termasuk NTT. Menurutnya, putaran pertama dan kedua menggunakan sistem setengah kompetisi dimana di putaran pertama akan dibagi tiga grup dan yang lolos ke putaran kedua adalah juara dan runner- up grup. Putaran kedua akan dibagi dalam dua grup, dimana masing-masing terdiri dari tiga tim.
"Undian dan pembagian grup akan dilaksanakan saat manager meeting. Jadi, bila lolos hingga final setiap tim harus bermain sebanyak tujuh kali. Tentu ini sangat melelahkan sehingga fisik pemain harus benar-benar bagus," kata Melkisedek.
Menurut Melkisedek, meski juknisnya sudah dikeluarkan namun lokasi penyelenggaraan belum dicantumkan. Namun, katanya, informasi yang diperoleh, cabang futsal akan dipertandingkan di Kabupaten Indragiri Hilir atau sekitar 200 km dari Pekanbaru, ibukota Propinsi Riau. "Dengan jadwal ini berarti ada kemungkinan cabang futsal NTT lebih dahulu diberangkatkan ke Riau sebelum cabang lainnya," kata Melkisedek.
Mengenai persiapan pemain, Melkisedek mengatakan, pihaknya sudah membentuk satgas yang dipimpin Deny Foenay dan manajer Helmy Foenale untuk mendampingi persiapan pemain oleh tim pelatih yang terdiri dari Helmon Liko, Victor Kapitan, Kristoforus Umbu Yogar dan Edo Bella. "Latihan sudah dilakukan dan saat ini masih dalam proses persiapan umum termasuk seleksi pemain yang dilakukan di GOR Flobamora," kata Melkisedek.
Dalam rapat tersebut, Melkisedek juga menegaskan bahwa BFD NTT di akhir bulan ini akan menggelar pelatihan wasit dan pelatih berlisensi nasional. Untuk itu, katanya, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pengprop PSSI NTT dan BFN untuk mendatangkan instruktur nasional.