POS KUPANG. COM, KUPANG --- Yosef Otu alias Otu menegaskan, jika aparat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) mau menegakan keadilan maka jangan hanya dirinya dan Servas Kabu yang dikorbankan. Padahal , mereka hanya mengikut perintah atasan.
Yosef Otu menyampaikan hal itu ketika ditemui Pos-Kupang. Com, sebelum diperiksa penyidik di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) , Rabu (8/2/2012).
Menurut Yosef Otu dalam kasus dana bansos Sikka, dirinya dan Servas Kabu hanya sebagai bawahan. "Kami ini bawahan dan di atas kami ada atasan. Kami juga ikut perintah atasan. Karena itu kalau mau adil, maka jangan hanya kami berdua yang diperiksa kemudian menjalani penahanan," kata Yosef Otu dengan senyum.
Dan sebagai warga negara negara yang taat hukum maka dirinya sudah siap menghadapi proses yang sedang berlangsung.
Dikatakan, semua yang terlibat dalam aliran dana bansos harus bertanggungjawab sehingga nantinya dipengadilan membuktian siapa yang salah dan siapa yang benar.
"Saya dan pak Servas minta supaya agar penyidik kejaksaan bisa memanggil juga semua yang terlibat termasuk bupati Sikka, karena bupati juga mendapat aliran dana bansos yang sedang dipersoalkan ini," ujar Yosef Otu.
Tentang kondisi kesehatannya, ia mengakui sampai saat ini dirinya masih sehat-sehat.