POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Dede Sani Fenat, keluarga tersangka kasus korupsi Sumur gali di Sabu, dan pengacaranya, Mira Widyawati, S.H, menemui sejumlah aktivis perempuan di Kupang dan pihak Ombudsman Wilayah NTT-NTB.
Mereka melaporkan kasus pelecehan, penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kupang, Shirley Manutede, S. H terhadap tersangka Angelina dan keluarganya, Selasa (31/1/2012) lalu, di Kejari dan di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang.
Sebelumnya, Mira dan Dede Sani Fenat, keluarga Angelina, sudah melaporkan kasus ini ke Polda NTT, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTT, Komnas HAM, Kejagung, Mahkamah Konstitusi dan Kejati NTT.
Pihak pertama yang ditemui Mira dan Dede, Sabtu (4/2/2012) siang, yakni Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sandiana. Mereka diterima oleh salah satu ketua, Fatimah Daniel.
Dari sana mereka menemui Plt Ketua Ombudsman Wilayah NTT- NTB, Darius Beda Daton, S.H. Selanjutnya, pada Minggu (5/2/2012) siang, mereka mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justitia pimpinan Veronika Ata, S.H, M.Hum.
Kedatangan mereka di sejumlah tempat itu untuk meminta dukungan sekaligus melaporkan dan membawa bukti mengenai tindakan pelecehan, penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan jaksa Shirley Manutede terhadap Angelina dan keluarga Angelina.
Mira menjelaskan, apa yang dilakukannya ini semata hanya untuk mencari kedilan dan dukungan terhadap persoalan yang dialami kliennya.
"Menurut hemat keluarga, aktivis perempuan dan LSM yang menangani masalah perempuan dan anak juga harus mendapatkan laporan kami. Termasuk Ombudsman karena kejadian ini terkait dengan hak-hak tersangka dan keluarga yang sedang menjalani proses hukum kasus korupsi.
Sebelumnya, Shirley Manutede, S. H menyatakan, hak tersangka dan keluarganya untuk melakukan upaya hukum dan dirinya menghargai hal itu. Dia juga sudah melaporkan keluarga dan pengacara tersangka ke Polres Kupang Kota. Karena dalam kasus tersebut, dirinya diancam, dimaki-maki dan hampir diserang oleh Dede Sani Fenat.