163 Anak-Anak Bermain Pemantik, 4 Rumah Terbakar Habis - Pos Kupang
Pos Kupang
Anak-Anak Bermain Pemantik, 4 Rumah Terbakar Habis
Jumat, 3 Februari 2012 10:16 WITA
Share |

POS KUPANG.COM, WAINGAPU --- Sekitar empat  unit rumah milik warga RT 09, RW 05, Kelurahan Kamalaputi, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur,
Kamis (2/2/2012), ludes di lahap si jago merah.

Api diduga berasal dari gas pemantik yang dimainkan oleh anak - anak korban di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Informasi yang dihimpun Pos Kupang, di lokasi kejadian, Kamis
(2/2/2012), saat kejadian para pemilik rumah sedang istirahat. Sekitar pukul 14.00 Wita, tiba - tiba terlihat nyala api yang bersumber dari salah satu rumah milik warga.

Melihat peristiwa itu, warga ramai-ramai berupaya untuk memadamkan nyala api. Namun upaya yang dilakukan
oleh warga tidak membuahkan hasil dan kobaran api terus membesar.

Informasi lain yang dihimpun Pos Kupang di (TKP) menyebutkan, sumber api diduga berasal dari pemantik gas. Sesaat sebelum kejadian anak dari salah satu korban kebakaran terlihat bermain pemantik gas. Diduga api dari dari pemantik gas yang dinyalakan oleh anak tersebut menyambar atap rumah yang terbuat dari ilalang.

Hal ini mengakibatkan empat rumah warga masing - masing Bernabas Malo (37), Marta Tamu Rambu (50), Alexi Randi Kaha (38) dan Marten Djami Talapesi (30) hangus terbakar. Selain itu, kerugian material akibat peristiwa mencapai ratusan juta rupiah.

Dorkas Solemina (30), salah satu korban kebakaran mengatakan, kepada Pos Kupang, di lokasi tersebut mengatakan, akibat peristiwa tersebut menyebabkan seluruh perabotan seperti barang elektronik, pakain dan juga perhiasan ludes.

Selain itu, sebelum kejadian salah astu anaknya sedang tertidur pulas di dalam kamar. "Waktu saya masuk ke dalam rumah api sudah menyala besar," katanya.

Melihat peristiwa itu, lanjutnya, dirinya panik dan berusaha untuk menyelamatkan anaknya yang sedang tertidur. Selanjutnya dirinya berteriak meminta tolong kepada warga sekitar untuk membantu memadamkan kobaran api.

"Saya hanya kasi selamat saya punya anak saja,
sementara barang tidak ada yang bisa dibawa keluar jadi sekarang tinggal pakain di badan," ujarnya sambil menangis.