POS KUPANG.COM, RUTENG --- Tiga orang penderita marasmus (gizi buruk) dirawat di RSUD Ruteng di awal tahun 2012 ini. Dua diantaranya berasal dari Kampung Ajang, Desa Bangka Ajang, Kecamatan Rahong Utara, sedangkan satunya lagi dari Kecamatan Langke Rembong.
Pantauan Pos Kupang di RSUD Ruteng, Kamis (2/2/2012) kemarin menyaksikan, penderita marasmus atas nama Yuliano Aram berusia 3,6 tahun berbaring lesu di kamar isolasi ruangan Teratai.
Kulitnya keriput, matanya selalu tertutup dan hanya kadang-kadang saja terbuka. Sekujur kulit perut hingga dada bertebaran bintik-bintik kecill menghitam. Kaki keriput dan mengecil. Antara paha dan betis nyaris tidak dapat dibedakan. Terdapat luka pada bagian kanan mulutnya.
Yuliano adalah anak kembar dari pasangan Stanis Dasor dan Petronela Mawur. Sementara kebarannya masih dalam kondisi sehat. Keluarga ini memiliki lima orang anak. Ketika dilahirkan Yuliano memiliki berat 2,5 kg dan kembarannya 3 kg.
"Kami memang sehari-hari hanya makan ubi dan jagung. Makan nasi itu hanya kadang-kadang saja tergantung dari penghasilan kerja saya," ujar Stanis Dasor yang terus berada disamping tempat tidur anaknya.
Menjawab pertanyaan, Stanis Dasor menjelaskan, dirinya pernah membawa anaknya ke Puskesmas dan hanya diberikan biskuit saja. Setelah itu tidak pergi lagi sampai anaknya Yuliano diserang diare. "Saya hanya punya sebidang tanah yang ditanami jagung dan ubi," ujarnya memelas.
Ditemui secara terpisah, Dokter Santy Arwandi menjelaskan, pasien ini masuk Rumah Sakit tanggal 26 Januari 2012 dengan berat 6 Kg dengan komplikasi panas dan diare. Jika dihitung dengan tinggi badan dan beratnya maka pasien ini sudah masuk dalam kategori marasmus.