POS KUPANG.COM, KUPANG --- Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengatakan promosi ke luar negeri perlu dilakukan tetapi harus dikemas secara baik.
Wakil Presiden RI periode 2004-2009 itu menjawab pertanyaan wartawan perlu tidaknya komodo yang sudah masuk tujuh keajaiban dunia dipromosikan lagi ke luar negeri. Pasalnya, saat ini Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) NTT bersama Komisi C DPRD NTT berniat mempromosikan lagi komodo ke Belanda dan Singapura.
Namun ia lebih memilih langkah awal yang semestinya dilakukan Pemprop NTT adalah mengundang wartawan luar negeri untuk meliput pariwisata komodo. "Untuk promosi ke luar negeri, nanti saya akan ikut bersama," tandas JK.
Untuk menarik perhatian para wisatawan, demikian JK, tujuan wisata harus dirangkai tujuan pariwisata lain seperti Danau Tiga Warna Kelimut di Ende, wisata rohani di Kota Larantuka, Kabupaten Flotim, wisata perburan ikan paus di Lembata. Sehingga daerah tujuan itu merupakan alur tujuan para wisatawan.
"Jadi, bukan hanya komodo saja. Paling lama wisatawan berada di Komodo selama dua hingga tiga jam," ujarnya.
Jusuf Kalla mendapatkan hikmah dari masuknya komodo sebagai tujuh keajaiban baru di dunia. "Saya senang bisa menjadi bagian dari masuknya komodo dalam tujuh keajaiban dunia. Keberhasilan itu lantaran bila ingin mencapai sesuatu dengan tujuan jelas dan menyampaikan dengan ikhlas pasti rakyat akan menerimanya," kata JK sambil mengatakan, apa yang dilakukan pun tanpa ada kepentingan pribadi.
Ia menceritakan, sebelum menjadi duta komodo, perolehan suara vote Komodo melalui SMS sekitar 6.000 suara. Namun setelah 25 hari berjuang, vote Komodo mencapai 300 juta suara.
Dikatakannya, masuknya komodo dalam New7 Wonders
sejatinya bukan untuk kepentingan komodo. Tetapi peristiwa itu akan memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat NTT. "Bali maju karena pariwisata. Setiap tahun sekitar dua juta wisatawan mengunjungi Bali. NTT kaya dengan matahari tetapi juga kaya savana. Dan, wisata bisa menjadi pendapatan warga," tandas JK.
Putra Sulawesi ini meminta perubahan pola hidup dan sikap. Salah satunya kebiasaan masyarakat untuk selalu tersenyum kepada orang lain serta kebiasaan hidup bersih dan teratur. "Untuk pengelolaan komodo, NTT harus banyak belajar ke Bali. Kirim anak-anak muda ke Bali. Jangan datangkan dari luar," pinta JK.
Soal investasi, JK mengatakan harus ada perbaikan infrastruktur berupa bandara, pelabuhan, dermaga hingga bandara. Pasalnya kehadiran wisatawan ke komodo untuk melihat sesuatu yang lain. "Bagaimana kita ajak mereka dan para wisatawan terkesima melihat komodo," kata JK.