PRESTASI yang diraih seorang atlet bukanlah sebuah mujizat yang datang secara tiba-tiba tetapi dari latihan yang serius dan disiplin. Untuk itu, berlatih keras dan disiplin adalah harga mati bagi atlet NTT yang sudah lolos ke PON XVIII 2012.
"Saya dan Pak Esthon (Ketua Harian KONI NTT) tidak memberikan target kepada para atlet dan pelatih. Tetapi emas di PON pada bulan september nanti harus menjadi tekad bersama. Untuk itu, dimulai dari pengurus cabang olahraga, mari kita bangun tekad itu dengan berlatih serius, terprogram dan disiplin. Tak ada prestasi yang lahir tanpa latihan serius dan disiplin. Tidak ada mujizat bagi orang atau atlet yang malas berlatih. Mujizat itu akan datang kala kita berlatih serius dan keras." Demikian dikatakan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, ketika membuka Pelatda Desentralisasi PON XVIII 2012 tingkat Propinsi NTT di Hotel Romyta, Kupang, Sabtu (28/1/2012).
Lebu Raya mengucapkan terima kasih kepada pengurus cabang olahraga, atlet, pelatih dan donatur yang telah bekerja keras sehingga meloloskan 63 atlet ke PON XVIII 2012. Namun, kata Lebu Raya, tantangan terbesar ada di depan mata, yakni perjuangan merebut medali di Pekanbaru. "Setelah lolos PON, tantangan besar sudah langsung menghadang. Daerah lain sudah mulai melakukan persiapan, sehingga kita juga jangan tinggal diam. Untuk itu, dalam pelatda desentralisasi ini, saya mengharapkan pengurus cabang olahraga berperan penting dalam memantau dan mendukung persiapana atletnya," kata Lebu Raya.
Sekretaris Umum KONI NTT, George Hadjoh dalam laporannya mengatakan, NTT berhasil meloloskan 63 atlet dari cabang tinju, atletik, taekwondo, pencaksilat, karate, futsal, tarung derajat, bridge, sepaktakraw dan kempo. "Saat ini para atlet sudah mulai melakukan persiapan- persiapan yang dimulai dengan test fisik umum dan pemeriksaan kesehatan di RSU WZ Johannes, Kupang. Untuk cabang taekwondo, saat ini empat atlet yang lolos sudah berlatih di Jakarta dan dalam waktu dekat akan mengikuti try out ke luar negeri," jelas Hadjoh.
Hadjoh, mengatakan, pelatda desentralisasi yang dikoordinir pengurus cabang olahraga dimulai dari 1 Februari hingga 31 Mei 2012. Selanjutnya, kata Hadjoh, pelatda sentralisasi di bawah KONI NTT dimana para atlet akan diinapkan akan dilaksanakan 1 Juni hingga 4 September 2012. Hadjoh, berharap, semua pengurus cabang olahraga berusaha untuk mencari dukungan dana dari berbagai donatur yang sudah memiliki komitmen untuk mendukung pembinaan olahraga di NTT.
Pembukaan pelatda diawali dengan syukuran natal dan tahun baru, imlek dan pra PON XVIII 2012. Pembukaan pelatda desentralisasi ditandai dengan pemberian fasilitas latihan kepada Atris Neolaka (atlet tinju) dan Kristin Radjagukguk (atlet kempo). Selain itu, juga diberikan kepada perwakilan sponsor dari PT Pelni, PT Angkasa Pura II, PT Garuda Indonesia dan lainnya.