DERETAN pemain asal NTT yang memperkuat klub-klub liga utama di Indonesia bertambah. Saat ini salah satu pemain asal TTS, Lakman Selan, tercatat sebagai striker tunggal di klub Divisi Utama PSSI, PSIM Yogyakarta.
Lakman yang dihubungi melelalui telepon selulernya dari Kupang, Kamis (26/1/2012), mengatakan, ia resmi memperkuat PSIM Yogya untuk musim 2011-2012. Pria kelahiran SoE- TTS, 5 Agustus 1986 itu mengatakan, keberhasilannya menjadi striker utama di PSIM Yogya adalah karena tekadnya untuk berkarier di sepakbola profesional.
"Sejak awal saya sudah sangat yakin akan bisa bermain di klub profesional level atas. Hal inilah yang membuat saya berlatih dengan keras sehingga saat ini sudah menjadi salah satu pemain utama di PSIM. Saya akan mempertahankan posisi saya ini dan kalau bisa saya akan berusaha untuk tembus hingga level timnas," kata Lakman.
Lakman mengaku sangat bangga bermain untuk PSIM. Di sana, Lakman bergabung dengan beberapa mantan punggawa timnas seperti Budi Sudarsono, Nova Zaenal, M Rifqi dan beberapa legiun asing. "Saya sangat bangga karena bisa bermain dengan beberapa pemain hebat dan berduet dengan pemain asal Belanda, Emanuel Linkers. Saya akan bermain sebaik mungkin agar bisa membawa PSIM menjadi yang terbaik," kata Lakman Selan.
Lakman mengatakan, potensi dan kualitas pemain NTT tak beda jauh dengan daerah lain. Yang membedakannya, kata Lakman, pemain daerah lain dididik sejak kecil untuk menjadi pemain bola lewat SSB atau diklat, sedangkan di NTT tidak demikian. "Pemain NTT hanya modal bakat alami saja atau tidak terlatih sehingga dasar bola seperti pasing, kontrol, umpan, shoting dan skil sangat lemah bila dibandingkan dengan daerah lain. Padahal, kalau dilatih dengan baik, daerah lain pasti kalah dari anak-anak NTT. PR-nya yaitu bagaimana pemain tersebut dengan bakat yang sudah ada berlatih secara individu atau tim untuk melengkapi kekurangannya. Selain itu, pemain NTT harus berani keluar mengadu nasib di Jawa atau daerah lain yg sepakbolanya sudah berkembang," kata Lakman.
Lakman mengatakan, kurang berkembangnya sepakbola di NTT adalah akibat minimnya perhatian dari pemerintah daerah. Ia membandingkan NTT dengan Papua yang memiliki delapan tim profesional di liga utama PSSI. "Papua menjadi contoh bahwa orang Indonesia Timur tidak kalah kualitas sepakbolanya. Tinggal sekarang adalah bagaimana keseriusan pemerintah untuk mau memajukan sepakbola di daerahnya atau tidak. Kalau pemerintah serius, saya yakin suatu saat akan ada tim profesional dari NTT yang berlaga di kompetisi level atas PSSI," kata Lakman.
Terakhir, Lakman bermain untuk PSIM saat melawan Persita Tangerang di Stadion Mandala Krida, Kamis (15/12/2011) yang disiarkan secara langsung oleh ANTV. "Saya lagi memulihkan cedera sehingga mungkin baru bisa main lagi awal Februari ini," kata Lakman.
Data Diri
Nama : Lakman Selan
TTL : SoE-TTS, Agustus 1986
Tinggi/berat : 169 cm/ 60 kg
Klub : PSIM Yogya
Posisi : Striker
Karier Profesional : 2007-2009 di PSIS Salatiga, 2010-2011 di Persibangga Purbalingga dan 2011-2012 di PSIM YogYakarta