KUPANG, POS KUPANG.com -- Virgin Coconut Oil (VCO) produksi warga Bakunase, Kota Kupang telah menembus pasaran di Kota Yogyakarta sejak tahun 2007. Produk kesehatan yang berasal dari buah kelapa ini dibuat oleh Sentra Pengolahan Kelapa Terpadu Mekar Abadi.
Pengelola home industry tersebut, Irianus Day (61) mengatakan, kelompok ini terdiri dari delapan sub kelompok yang terdiri dari 50 orang anggota. Kedelapan sub kelompok ini merupakan warga Bakunase yang telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari tenaga ahli dari Yogyakarta.
"Kami telah membuat perjanjian kerja dengan Fakultas Kimia, Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka inilah yang awalnya memberikan pelatihan kepada kami. Setelah itu, kami diperkenalkan dengan perusahaan yang mau membeli semua produk yang telah kami hasilkan," jelas Day ketika ditemui di kediamannya, Selasa (24/1/2012).
Selain memproduksi VCO, kelompoknya juga membuat nata de coco dari daging kelapa, keset dari serabut kelapa dan asap cair dari tempurung. "Asap cair ini digunakan untuk mengawetkan ikan agar bertahan hingga 27 hari. Caranya, asap cair ini dicampur dengan air lalu disiram saja ke ikan. Asap cair ini sudah umum dipakai di kota-kota besar untuk mengawetkan ikan," jelasnya.
Demi menjaga mutu VCO, sentra Mekar Abadi memilih kelapa lokal yang benar-benar telah tua. Daging kelapa yang telah dibersihkan diparut, direndam dengan air selama 15 menit lalu diperas. Kemudian disaring dengan batu saulit, kapas, dan kertas saring berukuran 0,1 milimeter. Proses tersebut diulang hingga tiga kali sampai minyak yang didapatkan berwarna putih jernih.
"Dari 12 buah kelapa akan menjadi satu liter VCO dan setengah liter minyak goreng. Satu liter VCO ini menjadi tujuh buah botol. Sebotol kami jual dengan harga Rp 25 ribu. Sebenarnya, pemerintah propinsi sudah memfasilitasi kami untuk bekerja sama dengan PD Flobamor untuk pemasarannya di Kupang, namun kami tidak sepakat soal harga," terang Day.
Oleh karena tidak ada kesepakatan mengenai harga tersebut, kelompoknya memutuskan untuk menitipkan VCO buatannya ke apotek-apotek di Kota Kupang dan mengirimnya ke sebuah perusahaan VCO di Yogyakarta.
"Kesulitan kami ialah pemasarannya. Banyak anggota yang menginginkan jualan langsung laku sehingga bisa langsung menerima uang. Namun, menjual VCO tidak segampang menjual minyak goreng. Itulah yang menyebabkan anggota kami kurang bersemangat," tandasnya.
Adapun khasiat VCO ini ialah membantu mencegah sakit jantung, epilepsi, osteoporosis, lever dan kanker. VCO ini dapat diminum tiga kali sehari bagi orang dewasa dan dua kali sehari bagi anak-anak.