Dokter Valens Yth,
Salam jumpa dari kami di ujung barat Flores. Sudah lama saya mengikuti perkembangan rubrik Jendela Hati di Pos Kupang. Ingin rasanya saya mau konsultasi langsung, namun tidak tahu harus bagaimana, dan jarak sangat jauh. Makanya saya coba tulis saja surat ini. Walaupun saya tahu agak kurang pas untuk kaum muda.
Begini dokter, saya Syahrina, wanita berumur 24 tahun, darah campuran Flores dan Kalimantan. Pendidikan D3 dan sudah bekerja dan sudah menikah dengan Dandy sudah 3 tahun ini. Walaupun saya masih tergolong muda, tapi perbedaan umur saya dengan Dandy terpaut cukup jauh. Saat ini Dandy sudah 34 tahun.
Ketika menerima lamaran Dandy, saya merasa sangat beruntung karena menemukan Dandy yang ganteng dan kekar, energik. Rasanya sangat cocok mendapatkan seorang pelindung, karena memang saya bertubuh mungil. Namun kegembiraan dan angan-angan akan kebahagiaan itu terasa kini tetap sebagai angan-angan karena Dandy yang ada di depan saya ini tidak sekuat yang saya bayangkan.
Begini dokter, sampai hari ini kami belum mendapat keturunan (anak). Kami sudah periksa di dokter dan di laboratorium yang baik, namun masih juga gagal. Katanya dari sudut jumlah dan mutu bibit dari Dandy yang kurang. Kadang-kadang saya menghibur diri sendiri, kalau tidak dapat anak ya, bisa adopsi anak orang lain. Hanya saja, kebahagiaan lain yang mestinya saya terima dari Dandy ini yang mengecewakan.
Menurut dokter yang pernah kami temui dulu di Bali, kesulitan ada di Dandy (dia tidak kuat dan mengalami gangguan impotensia). Sudah lama kami patah semangat dan tidak berobat lagi.
Kondisi kami juga tetap seperti ini. Barangkali dengan surat ini dokter dapat menjawab beberapa pertanyaan saya antara lain
1) Mengapa Dandy yang kelihatan ganteng dan perkasa bisa mengalami impotensia.
2) Apa penyebab impotensia
3) Apakah dapat disembuhkan.
4) Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu kesembuhan Dandy. Mohon dokter memberi jawaban yang jelas sekurang-kurangnya bisa membuat kami lebih bahagia di hari esok. Atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.Salam, Syahrina, Flores Barat
Saudari Syahrina yang baik,
Salam balik buat Anda dan Dandy di ujung barat Flores. Ada ungkapan ekstrim dari para pakar, konselor seks dan konselor perkawinan sebagai berikut (simak baik-baik): Ketika seorang pria sudah semakin berumur (tua), maka organ seks yang paling penting adalah otaknya (bukan alat kelaminnya).
Ukuran alat kelamin sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kemampuan seksualnya, akan tetapi apa yang dipikirkannya mengenai dirinya mempengaruhi kemampuan seksualnya. Jika dia menganggap dirinya jantan dan mampu, dia akan menjadi jantan dan mampu. Jika dia menganggap dirinya tidak mampu, maka dia akan menjadi tidak mampu.
Bahkan Dr. Beverly La Haye, Presiden Christian Heritage College, Michigan, USA, merangkai rumusan sebagai berikut: Pikiran-pikiran impoten + perasaan-perasaan impoten = (penyakit) impotensi. Oleh karena itu, walaupun Dandy secara fisik adalah pria ganteng dan kekar, namun mungkin saja mempunyai kesulitan secara psikologis sehingga mempengaruhi kemampuan seksualnya. Riset menunjukkan bahwa kasus impotensi sedang meningkat dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.
Tetapi diperkirakan bahwa keadaan ini akan dapat diperbaiki bilamana kaum pria belajar sesuatu tentang diri mereka sendiri dan istri-istri mereka menemukan apa yang dapat dilakukan untuk menolong. Berbagai sumber yang terhimpun menandaskan bahwa sembilan puluh dari seratus kasus, impotensi dapat disembuhkan. Ini merupakan kabar gembira buat Anda Syahrina.
Soal penyebab-penyebab impotensi, secara tepat bukanlah penyebab tunggal, namun biasanya merupakan akibat dari kombinasi berbagai faktor antara lain,
* 1) Kehilangan energi vital. Karena bertambahnya umur, stamina mulai menurun sehingga kemampuan sekspun tidak seperti pada saat-saat masih mudah dan bergairah. Hal semacam ini membutuhkan peran pasangan untuk senantiasa memberikan dorongan penuh kasih sayang dan kemesraan sehingga mampu meningkatkan kemampuan suami.
* 2) Amarah, kepahitan hati dan kebencian. Yang terjadi adalah manakala seorang pria memilki trauma psikologis dengan wanita, entah ibunya, tetangga ataupun atasannya yang kemudian mengimbas pada hubungannya dengan istrinya. Menghadapi kepahitan hati yang ekstrim, maka cara spiritual (mengampuni kesalahan orang lain) adalah cara yang bijaksana untuk mengatasi impotensi.
* 3) Ketakutan:
a) Takut ditolak (respons istri terhadap cumbu rayunya)
b). Takut bahwa ia tidak mampu memuaskan istrinya (Penelitian terakhir mengindikasikan bahwa seorang pria merasa frustrasi apabila istrinya tidak dapat mendapatkan kepuasan dari hubungan seksual mereka)
c). Takut dibandingkan dengan pria-pria lain (hal semacam ini tak perlu dikhawatirkan bagi kehidupan rumah tangga yang berjanji sehidup semati dan mempertahan kesucian keluarga)
d). Takut kalau secara tiba-tiba kelaminnya tiba-tiba menjadi lemas (pria akan merasa malu bila hal itu tiba-tiba terjadi)
* 4). Ejekan. Seorang pria sama sekali tidak bisa menerima ejekan. Hal ini kususnya berlaku dalam sesuatu yang berkaitan dengan kelelakiannya, dan terutama sekali hal-hal yang berkenaan dengan alat seksualnya. Wanita yang bijaksana tidak akan pernah membuat suaminya menjadi bahan ejekan.
* 5) Perasaan bersalah. Karena perilakunya sendiri pada masa lalu, seorang pria merasa bersalah yang berlebihan terhadap istrinya yang diktahuinya begitu polos dan bersih.
* 6) Pengharapan pengharapan yang tidak masuk akal. Ketika seorang pria menyadari tentang dorongan seksualnya yang berkurang dia memperbesar masalahnya dengan membanding-bandingkan dirinya dengan kemampuannya ketika ia masih muda.
* 7) Obesitas. Semakin gemuk seseorang pria, semakin tidak menarik dan semakin hilang rasa hormat dan malu pada dirinya manakala tidak berbusana. Semakin dia berasumsi bahwa kondisinya memuakkan istrinya semakin menurun gairah seksualnya.
* 8) Alkohol dan rokok yang berlebihan dalam jangka panjang. Baik rokok maupun alkohol dapat menurunkan kadar produksi testosteron, akibatnya fertilisasi lebih sulit terjadi.
Baiklah saudari Syahrina, sudah cukup banyak saya utarakan tentang kondisi pria yang impotensia, dan beberapa jalan keluar yang perlu diketahui. Selanjutnya Anda dapat merenungkan berbagai aspek yang dapat dilakukan untuk membantu Dandy, agar kehidupan rumah tangga Anda bisa lebih bahagia di hari - hari yang akan datang. Semoga sukses. Salam. Dr. Valens Sili Tupen, MKM