POS KUPANG.COM -- MARIA Melisa sangat memahami mengenai Palang Merah Indonesia (PMI). Siswa kelas tiga jurusan akuntasi SMK Swastisari ini tidak bosan jika berbicara PMI. Baginya, dunia PMI sangat menarik.
Pengetahuan tentang PMI tidak terlepas dari keterlibatan Melisa mengikuti kegiatan PMI. Dia bahwkan pernah diutus ke Gorontolo. Menurutnya, PMI sangat membantu pada saat ada bencana karena bagaimana tindakan pertama untuk menolong orang.
"PMI itu bagus untuk anak sekolah karena bisa menambah ilmu tentang artinya bencana alam, bagaimana menolong orang," kata anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Fransiskus Xaverius dan Katarina Riwu.
Selain kegiatan PMI, gadis kelahiran Dili, 20 Mei 1993 yang bercita-cita menjadi polwan ini juga mengikuti kegiatan menari di Surabaya mewakili NTT serta terlibat aktif dalam kegiatan pramuka. Meski banyak kegiatan ekstrakurikuler, pemilik tinggi badan 160 cm ini mengaku tidak tertinggal dalam hal pelajaran.
Melisa yang menjabat ketua Osis SMK Swastisari tahun 2011 ini menuturkan, dia biasa belajar pada pagi hari, mulai pukul 05.00 Wita. Dengan begitu, sebelum berangkat ke sekolah Melisi sudah mengisi otaknya dengan pelajaran sebelumnya dan yang akan dipelajarinya.