POS KUPANG.COM, LEWOLEBA --- Warga masyarakat yang bermukim di sekitar kaki gunung api Ile Lewotolok diminta untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi-informasi yang tidak pasti dan menyesatkan. Dan diharapkan untuk selalu menunggu informasi resmi dari pemerintah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, Markus Labi Waleng mengatakan itu ketika dihubungi Pos Kupang melalui ponselnya, Rabu (11/01/2011). Dijelaskannya, sejak warga masyarakat yang mengungsi dipulangkan hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang kondisi dan status gunung api Ile Lewotolok.
"Kita bersama Badan Vulkanologi Bandung dan dari BNPB melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu siaga sehingga terhindar dari bencana. Ini untuk memberi pemahaman kepada masyarakat agar jangan bertindak sendiri-sendiri serta mengetahui tindakan antisipatif," jelasnya.
Mengenai status Gunung Api Ile Lewotolok, Labi Waleng menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari badang Vulkanologi Bandung, saat ini statusnya masih level tiga namun sudah ada penurunan gempa. "Kegempaan sudah menurun, statusnya masih level tiga," katanya.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun, SH yang dihubungi terpisah, Rabu (11/01/2011). Menurutnya, Aktifitas gunung tetap siaga tiga tapi sudah mulai melemah. Sedangkan 502 orang yang mengungsi ke rumah keluarga di Lewoleba dan sekitarnya sudah kembali ke kampung halaman masing-masing.