POS KUPANG.COM, WAINGAPU --- Program revolusi kesehatan ibu dan anak (KIA) di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur hingga saat ini belum berjalan baik. Dibandingkan dengan tahun 2010, angka kematian ibu di daerah tersebut adalah 12 kasus sementara tahun 2011 meningkat menjadi 15 kasus.
Selain itu, 50 persen kematian disebabkan oleh faktor pendarahan dan kekurangan darah.
Kepada Pos Kupang, di ruang kerjanya, Selasa (10/1/2012), Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sumba Timur, dr. Rien Tamu Ina Tipa, mengatakan, sejauh ini warga daerah tersebut sudah tidak menggunakan jasa dukun bersalin saat melahirkan.
Rata - rata semua ibu hamil di daerah tersebut yang hendak melahirkan dibawa ke rumah sakit. "Sumba Timur itu sudah tidak ada lagi yang ke dukun tapi melahirkan di rumah sakit," katanya.
Meskipun demikian, lanjutnya, selama tahun 2011 angka kematian ibu di daerah tersebut masih tergolong tinggi. Hal ini terlihat dari perbandingan jumlah kasus kematian ibu di daerah tersebut pada tahun 2010 adalah 12 orang. Sementara tahun tahun 2011 meningkat hingga 15 kasus kematian ibu saat melahirkan.
"Sampai sekarang angka kematian ibu di Sumba Timur masih tergolong tinggi. Bahkan tahun kemarin itu ada peningkatan dari tahun 2010," katanya.