101 Margaretha Tagung, Perawat yang Pandai Bernyanyi - Pos Kupang
Pos Kupang
Margaretha Tagung, Perawat yang Pandai Bernyanyi
Senin, 26 Desember 2011 13:23 WITA
Share |

POS KUPANG.COM, KUPANG --- Mengenakan kaca mata dengan rambut lurus sampai ke bahu, ditambah jaket hitan membuat gadis bernama Margaretha Tagung, AMd.Kep ini tampak cantik.

Margaretha adalah wanita asal Manggarai-Flores yang saat ini bekerja sebagai perawat di RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang tetapi pandai bernyanyi. Suaranya yang merdu telah direkam dalam kaset lagu daerah Manggarai yang berjudul "Lembu Nai" berarti menghibur hati.

Pada Jumat (23/12/2011) siang, Margaretha hadir di Taman Nostalgia-Kota Kupang, disaat mahasiswa asal Manggarai yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pelajar Manggarai (IMAPEM-K) Kupang menggelar tarian caci, sebuah tarian adat dari Manggarai.

Ternyata, Margaretha bukan sekedar ingin menonton tarian caci tetapi terlibat dalam acara tersebut. "Kaset Lembu Nai ini sudah album yang ketiga. Saya adalah salah satu penyanyi dalam album lagu-lagu daerah tersebut. Hari ini kami hadir di taman Nostalgia bergabung dengan tarian caci yang digelar mahasiswa untuk shuting video klipnya. Jadi nanti dalam video klip kaset Lembu Nai ada tarian caci juga," jelas Margaretha.

Gadis Ruteng ini adalah bungsu dari lima bersaudara, pasangan Hengki Tagung dan Yuliana Dangus-Tagung. Sejak masih duduk di bangku SMP di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, wanita yang lahir tanggal 2 Januari 1984 ini sudah menjadi penari di salah satu sanggar tari di kota itu.

Jiwa seninya yang sudah muncul sejak masih SMP ditambah suaranya yang merdu membuat ia bergabung dalam grup kaset Lembu Nai. "Kalau soal pendidikan, saya tamat dari Polrekes Negeri Kupang tahun 2003 dan saat ini saya menjadi perawat di ruangan kelas II laki yang sekarang namanya ruang komodo," katanya sambil tersenyum manis.

Sementara menyinggung soal kesan masyarakat bahwa perawat atau tenaga medis di RSU Kupang kurang ramah, Margaretha langsung menanggapi serius.

Menurutnya, petugas medis di RSU Kupang bukan malaikat sehingga kadang-kadang terkesan kurang ramah bila merasa tidak dihargai keluarga pasien. Tetapi pada dasarnya, petugas medis di RSU Kupang telah berusaha maksimal melayani agar pasien yang dirawat bisa sembuh.