89 ODHA: Saya Esek-esek Sejak SMP - Pos Kupang
Pos Kupang
ODHA: Saya Esek-esek Sejak SMP
Jumat, 2 Desember 2011 12:22 WITA
Share |

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Aris, seorang ODHA bercerita tentang perjalanan hidupnya. Inilah kisahnya. Saya tidak khawatir lagi tampil di depan publik. Sebab saya sudah bisa menerima keberadaan saya dan masyarakat pun tidak lagi punya stigma mendiskriminasikan ODHA seperti beberapa tahun lalu.

Kepada Pos-Kupang.Com, Aris yang kini adalah Ketua Joti NTT menceritakan pengalamannya hingga dia tertular HIV/AIDS.

Dulu ketika ditanya dari mana dan kenapa tertular virus HIV, saya tidak bisa menjawab. Kini saya tahu bahwa saya tertular karena perilaku saya dan saat itu tidak ada sosialiasi tentang bahaya HIV/AIDS.

Saya berhubungan seks sejak kelas 2 SMP dan menggunakan jarum suntik, menggunakan narkoba sejak kelas 3 SMP. Tahun 2003-2004, teman-teman akrab saya meninggal satu per satu lalu saya tertangkap polisi tahun 2003 dan dites HIV/AIDS. Lalu orangtua saya diberitahukan kalau saya  tertular HIV tapi saya tidak diberitahukan.

Tahun 2005, atas inisiatif saya sendiri, saya belajar menjadi konselor dan saya memberikan konseling kepada para pengidap HIV/AIDS dan narkoba. Belakangan hari atas keinginan saya sendiri, saya ikut tes HIV/AIDS dan saya tahu kalau saya HIV/AIDS.

Saya menerima kenyataan itu dan memulai hidup dengan baik. Saya dulu bukan orang baik. Tapi sekarang saya ingin menjadi orang baik dan berguna bagi masyarakat dan daerah. Saya kemudian mengonsumsi ARV hingga saat ini.

Saya berpacaran dan menceritakan kepada keberadaan saya kepada pacar dan dia tidak mempermasalahkannya sehingga kami menikah tahun 2009. Kami berdua menginginkan anak dan setelah menunggu selama tiga tahun, kini istri saya hamil.

Sudah dua tiga kali tes dijalani dan istri serta janinnya negatif HIV/AIDS.
Saya bahagia sekali karena kami bisa punya anak dan istri anak saya tidak tertular HIV/AIDS. Hal ini bisa terjadi karena saya berkonsultasi dengan dokter dan menerapkan  sistem PTCP.

Pesan saya, jauhi perilaku berisiko terkena HIV/AIDS, jangan bergonta ganti pasangan, jauhi narkoba, hiduplah dengan sehat. Bagi ODHA, tidak perlu malu dan menyesali apa yang sudah terjadi. Jalanilah hidup dengan lebih baik dan janganlah menulari virus HVI/AIDS kepada orang lain.

Berbuatlah kebaikan dan berikan manfaat kepada orang lain melalui karya, kerja dan usaha. Saat ini saya sebagai kordinator Joti Wilayah NTT dan saya bangga bisa berbagi pengalaman dengan orang lain untuk mencegah HIV/AIDS.

Kita bisa hidup seperti orang normal, meski sudah terinveksi HIV/AIDS, asalkan kita tahu bagaimana menjalaninya.