381 Selamat Ulang Tahun Pos Kupang! - Pos Kupang
Pos Kupang
Selamat Ulang Tahun Pos Kupang!
Kamis, 1 Desember 2011 00:34 WITA
Share |

Oleh  Amanche Franck OE Ninu, Pr

(Guru SMAK Giovanni Kupang, Pecinta Pos Kupang)

Karang lontar tegar permai
Memantik rinduku gelora hati
Pos Kupang selalu mencerahkan budi
Bahkan melekat di dalam hati

PANTUN ini tercipta, ketika saya ingat 1 Desember 2011 ini, Pos Kupang, koran kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Ibarat  anak manusia, Pos Kupang  lagi mekar dalam kemudaannya.  Ada gairah yang meletup-letup.

Tapi ada semangat untuk terus maju dan matang, bahkan berbuah limpah bagi tanah FLOBAMORA tercinta.
Lahir di tengah pluralitas masyarakat Nusa Tenggara Timur, Pos Kupang telah menjelma menjadi perekat erat keanekaan Nusa Tenggara Timur.

Seluruh pelosok di Nusa Tenggara Timur telah diolah, diberitakan dan ditampilkan dalam media Pos Kupang. Setiap daerah, bahkan yang nun jauh terpencil, telah singgah di rubrik-rubrik koran terbesar di daerah ini. Rupa-rupanya, kita tak perlu bersusah payah berkeliling FLOBAMORA. Cukuplah dengan membaca Pos Kupang kita telah menjelajahi seluruh  Nusa  Tenggara Timur.


Dengan motto, ‘Suara Nusa Tenggara Timur,’ rasanya Pos Kupang tidak berlebihan untuk selalu tampil bersuara ke dunia luar tentang rumah kita Nusa Tenggra Timur.  Bagi kita masyarakat Nusa Tenggara Timur, Pos Kupang adalah  peramu keanekaan kita, sekaligus penenun motif-motif keberbedaan menjadi satu kesatuan tenunan yang indah dan bermakna. Lewat berita-berita yang multidimensi, para peramu (wartawan) Pos Kupang sebenarnya berusaha menampilkan jati diri kita atau paling tidak cerita tentang kita menjadi ramuan kehidupan bersama.

Kemajemukan suku, agama, ras, golongan, budaya, alam, bahkan cara pandang dan cara tindak adalah motif-motif berbeda yang di dalam media Pos Kupang ini menjadi satu tenunan FLOBAMORA yang indah dan sungguh khas milik kita.
Sebagai media jurnalistik, Pos Kupang telah menghariinikan kehidupan kita. Cerita, realita, bahkan data kemarin menjadi aktual berkat kerja jurnalistik para jurnalis Pos Kupang.

Membawa kemarin pada hari ini, bukan saja membawa ruang dan waktu masa lampau, tetapi lebih jauh dari itu adalah membawa semangat, makna, bahkan roh kemarin untuk tetap tinggal dan bersemayam di hari-hari ini. Sebagai salah satu media besar di Nusa Tenggara Timur, Pos Kupang  juga menentukan gerak perubahan dalam tata kebersamaan masyarakat NTT.

Oleh karena itu,  para pembawa perubahan (wartawan) Pos Kupang, bukan saja menampilkan cerita dan realita kehidupan yang terus-menerus berubah, tetapi bertolak lebih dalam itu yakni berusaha menangkap gelisah geliat zaman ini, dan memberi pencerahan ke arah yang lebih baik.  Dan, sebagai media di tengah pluralitas Nusa Tenggara Timur, Pos Kupang mempunyai misi mulia untuk menjadikan pluralitas itu sebagai sumber daya  kekayaan bagi kebersamaan. 


Kita bisa bermimpi atau setidak-tidaknya membayangkan pada suatu saat  seluruh kekhasan dan kekayaan masyakat NTT dapat tertuang dan tertampung di media kesayangan kita ini. Alangkah menariknya bila setiap hari kita bisa melihat beragam budaya, adat-istiadat  FLOBAMORA diramu kemudian ditampilkan lewat Pos Kupang.  Atau yang paling dalam dari itu, keunggulan-keunggulan lokal kita, entah itu local genius atau lokal genuine berhasil diangkat lewat media kebangaan kita ini, sambil nilainya terus bergema dan bergaung memenuhi pelosok-pelosok dunia. 

Ah, alangkah anggun dan menariknya Pos Kupang dan Nusa Tenggara Timur itu. Walau ini hanya mimpi, apa salahnya untuk tidak diperjuangkan. Bukankah, mimpi ini nyaris sama dengan mimpi sang pemimpi (pemimpin umum) Pos Kupang, Bapak Damyan Godho di awal kelahiran koran ini?

“Suatu hari nanti, Pos Kupang seperti Kompas, beredar luas, dibaca banyak orang, dipercaya dan disayangi di halte-halte. Di bawah tiang listrik, di pasar dan di mana-mana terlihat orang asyik membaca, setidaknya membawa koran di tangan. Koran itu adalah POS KUPANG yang telah menjadi kebutuhan.” (Buku kenangan 15 Tahun  Pos Kupang, Suara Nusa Tenggara Timur, hal 13)


Begitulah, Pos Kupang telah menapak hari demi hari, menjejak zaman, memijak tanah FLOBAMORA sambil menjunjung idealisme universal tentang kasih, kebaikan, kebenaran, keadilan yang terus disuarakannya.  Pos Kupang memang ada di Nusa ini. Bercerita tentang tanah air ini. Milik kita, orang-orang propinsi ini. Namun nilai yang dijunjung Pos Kupang harus jauh menembus sekat-sekat FLOBAMORA atau sekat-sekat sempit yang coba dibangun orang lain atas dasar kepentingan tertentu.


Sebagai pembaca, penulis, dan bahkan pecinta Pos Kupang, di hari yang istimewa ini, sembari mengucapkan selamat ulang tahun, penulis ingin memberi beberapa harapan untuk Pos Kupang. Pertama, dalam kaitan dengan pluralitas masyarakat Nusa Tenggara Timur, hendaknya Pos Kupang meramu pluralitas ini lalu menerjemahkan dalam karya-karya jurnalistik yang sungguh khas NTT.


 Kedua, sebagai salah satu pembawa perubahan, berita-berita  Pos Kupang tidak saja menampilkan data dan fakta, tetapi lebih dari itu memberi sedikit pencerahan tentang geliat perubahan yang terjadi dalam  manusia Nusa Tenggara Timur baik secara individual maupun komunal. Ketiga, di tengah derasnya perkembangan multimedia di zaman ini, Pos Kupang perlu menciptakan terobosan-terobosan baru yang kreatif untuk  lebih tahan zaman dan selaras zaman.


Seturut trinitas harapan di atas, semoga dengan perayaan  ulang tahun ke-19 ini, Pos Kupang, makin khas NTT, makin cerah, dan makin selaras zaman.  Semoga dengan ulang tahun yang ke-19 ini Pos Kupang makin tampil sebagai Suara Masyarakat Nusa Tenggara Timur. Doa kami untuk Pos Kupang. Salam. *