POS-KUPANG.COM, ATAMBUA -- Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Sasitamean, Kabupaten Belu, yang dibangun sejak tahun 2010 lalu memang gedungnya sangat bagus, tapi sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) masih sangat kurang.
Kepala SMKN Sasitamean, Maxi Bere, menyampaikan hal ini ketika berdialog dengan anggota DPR RI, Ir. Fary Francis, saat berkunjung ke sekolah itu, Sabtu (26/11/2011). Hadir saat itu, Camat Io Kufeu, Wendelinus Un, kader Partai Gerindra Belu, Johanes Atet, anggota DPRD Belu, Waldetrudis Berek, pejabat dari Bappeda Belu, Pastor Paroki Kotafoun, tokoh masyarakat Kotafoun, para siswa sekolah tersebut.
Maxi Bere mengatakan, lembaga ini memiliki dua jurusan, yakni agribisnis hortikultura dan agrobisnis bidang peternakan. Namun selama ini para siswa melakukan kegiatan praktek lapangan memanfaatkan peralatan penunjang seadanya.
Kehadiran lembaga SMKN di Kecamatan Sasitamean, jelas Maxi Bere, mendapat respon positif dari masyarakat. Buktinya, jumlah siswanya telah mencapai ratusan orang (6 rombongan belajar).
Namun, kendala yang dihadapi saat ini adalah dukungan sarana dan prasarana dalam menunjang KBM. Selama ini, sekolah baru mendapatkan bantuan satu unit komputer dan satu unit peralatan print out.
Masalah lain adalah air yang bisa menunjang praktek siswa untuk mendukung dua jurusan yang ada ( agribisnis hortikultura dan agrobisnis bidang peternakan).
“Sekolah ini memang baru dibangun tahun 2010, namun KBM selama ini sudah jalan. Saat ini siswa yang ada sebanyak 113 orang. Gedungnya sudah sangat bagus, tetapi sarana dan prasarana yang kurang. Kendala lain soal air, karena kita mau praktek maka perlu air. Selama ini kita wajibkan para siswa untuk membawa air dari rumah. Ada sumur bor tapi debitnya berkurang,” ujar Maxi Bere.
Persoalan air ini pun diangkat Johanes Atet. Dia menilai kehadiran lembaga ini justru sangat membantu siswa di daerah ini untuk bisa mandiri setelah tamat. Namun, persoalan sarana penunjang maupun air bersih perlu mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Belu. Untuk itu, Atet memohon kepada anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Fary Francis, untuk membantu lembaga ini agar proses belajar mengajar berjalan aman dan lancar.