65 Pelebaran Jalan di Poka Bahayakan Pengguna Jalan - Pos Kupang
Pos Kupang
Pelebaran Jalan di Poka Bahayakan Pengguna Jalan
Selasa, 29 November 2011 23:52 WITA
Share |

POS-KUPANG.COM, RUTENG --  Proses pelebaran ruas jalan trans Flores di Poka dan Rongket, yang dilaksanakan saat musim hujan sangat membahayakan pengguna jalan. Pasalnya, tanah yang digusur menyebabkan ruas jalan tersebut menjadi licin saat turun hujan.


Pantauan Pos Kupang, Minggu (27/11/2011), di sekitar Poka, sejumlah kendaraan harus mengantre saat melintasi ruas jalan tersebut, dan harus bergantian melintasi ruas jalan yang sedang dikerjakan kurang lebih 500 meter.

Sebab, ruas jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh dua kendaraan sekaligus dari dua arah, khususnya kendaraan roda empat, enam, dan kendaraan-kendaraan ekspedisi.
Penyebabnya, sebagian badan jalan kini menjadi tempat tumpukan tanah yang digusur dari pinggang bukit untuk kepentingan pelebaran ruas jalan tersebut.

Namun, penggusuran yang dilakukan pihak kontraktor tidak langsung diikuti dengan mengangkut tanah hasil gusuran untuk dibuang ke tempat yang aman sehingga tidak menutupi badan jalan dan menghambat arus lalu lintas di ruas jalan tersebut.
Selain itu, tumpukan tanah dari hasil gusuran alat berat yang menumpuk di badan jalan tidak hanya mengurangi kapasitas badan jalan, tapi juga membahayakan pengguna jalan, khususnya pada saat turun hujan.

Sebab, material tanah yang ada terbawa aliran air hujan ke badan jalan yang masih digunakan oleh setiap kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut, sehingga ruas jalan tersebut menjadi licin dan sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Masyarakat pengguna jalan yang melintasi ruas jalan ini harus ekstra hati-hati untuk menghindari kecelakaan lalu lintas yang setiap saat mengintai.


Sejumlah pengguna jalan yang sedang mengantre di ruas jalan tersebut kepada Pos Kupang, Minggu (27/11/2011) petang,  mengaku kecewa karena harus mengantre hingga kurun waktu yang cukup lama, yakni antara 10 hingga 30 menit untuk kendaraan roda dua, sedangkan untuk kendaraan roda empat, enam, atau  mobil ekspedisi ada yang harus mengantre hingga satu atau dua jam lamanya.


“Ini jalan negara, tetapi mengapa untuk proses pengerjaan dan pelebarannya tidak dilakukan pada musim panas, dan baru dikerjakan pada musim hujan begini. Kalau memang mau dikerjakan saat ini (musim hujan, Red), mengapa tidak langsung diangkut tanahnya supaya jangan ditumpuk tanah di badan jalan begini,” gerutu seorang pengguna jalan yang menolak namanya dikorankan.