POS-KUPANG.COM, ENDE -- Ketua Forum Peduli Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Ende, Max AK Djeen, mengkritisi kinerja Bupati Ende, Don Bosco Wangge. Ia meminta Bupati Wangge mengurangi volume perjalanannya ke luar daerah.
Max Djeen mengatakan hal itu saat berdialog dengan pimpinan dan anggota DPRD Ende di Gedung DPRD Ende, Kamis (17/11/2011).
Max yang merupakan tokoh masyarakat Ende ini, mengatakan, jalannya proses pembangunan di Kabupaten Ende saat ini sudah tidak menentu. Pemerintah, kata Max, baik bupati maupun Dewan menjalankan roda pemerintahan atas dasar kemauan sendiri tanpa mendengar atau melihat aspirasi masyarakat.
“Ende ini kecil, jadi kita tahu apa yang dikerjakan pemerintah. Bupati kerja atau tidak kami tahu. Untuk itu saya atas nama rakyat minta bupati agar kalau bisa kurangi sedikit perjalanan ke luar daerah. Bupati nampaknya lebih senang tinggal di Jakarta daripada di Ende,” kritik Max.
Max yang didampingi beberapa pastor dan aktivis mengatakan, sejauh pengamatannya, pembangunan saat ini dilaksanakan terserah pada bupati dan Dewan. Menurutnya, cukup Dewan dan bupati tahu, pembangunan sudah dilaksanakan tanpa melibatkan rakyat. Akibatnya, kata Max, aspirasi masyarakat yang tidak terserap dalam proses pembangunan.
“Ende perlu dibangun bersama. Bukan atas dasar keinginan bupati atau Dewan saja. Rakyat Ende harus bangun Ende sendiri. Kita ini negara hukum, jadi kalau berbuat sesuatu harus sesuai aturan. Tak ada gunanya pemerintah membangun tanpa mendengar suara rakyat. Kita harus bangga menanam di tanah Ende.
Kebanggaan sebagai orang Ende harus dibangkitkan dalam masyarakat. Masyarakat harus bangga bahwa dari Ende, Pancasila pertama kali dicetuskan. Semangat ini harus dibangun lagi sehingga pembangunan bisa terlaksana dengan baik,” kata Max.