437 Perawat Dicurigai Salah Beri Obat - Pos Kupang
Pos Kupang
Perawat Dicurigai Salah Beri Obat
Sabtu, 19 November 2011 00:39 WITA
Share |
Berita Terkait

POS-KUPANG.COM, BAJAWA -- Orang tua pasien January Juan, warga Lekosoro, Kelurahan Lebijaga, Kabupaten Ngada, mencurigai perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa telah melakukan kesalahan dalam memberi obat kepada pasien.
Hal yang mencurigakan keluarga pasien adalah pada saat melakukan kontrol di rumah sakit di bagian poli anak.

Saat itu ibu kandung pasien menunjukkan obat yang diberikan perawat sebelumnya kepada dokter. Ketika melihat obat tersebut, dokter merasa heran dan obat tersebut langsung diambil dokter dan tidak dikembalikan kepada pasien.
Kecurigaan ini diungkapkan kedua orang tua pasien January Juan kepada wartawan di Bajawa, Rabu  (16/11/2011). Ibu kandung  Juan, Lina Kety mengatakan, anaknya yang masih berusia 10 bulan itu masuk rumah sakit Bajawa, Selasa (8/11/2011), karena sakit demam, panas tinggi dan batuk.

Setelah beberapa hari dirawat di ruang Bougenville, anaknya keluar dari rumah sakit, Sabtu (12/11/2011).
Pada saat mereka keluar dari rumah sakit, perawat memberikan obat untuk diberikan kepada pasien. Seorang perawat memberikan obat bubuk dalam bungkusan kertas putih. Mereka sendiri tidak mengetahui jenis obat tersebut. 


Saat mereka menerima obat tersebut, seorang perawat mengatakan kepada mereka bahwa obat yang ada dalam kantongan yang agak besar itu jangan dulu diminum. “Nanti pada saat datang kontrol obat itu dibawa kembali untuk ditunjukkan kepada dokter anak,” kata perawat itu ditirukan Kety.


Ibu Kety mengikuti semua saran perawat tersebut. Hari Selasa (15/11/2011), Ibu Kety bersama anaknya pergi ke rumah sakit di bagian poli anak untuk melakukan kontrol. Pada saat pemeriksaan dokter, ibu Kety menunjukkan obat itu kepada dokter.
“Saya kasih tunjuk obat itu kepada dokter, tiba-tiba dokter kaget dan dia bilang kok obatnya banyak sekali ibu.

Saya bilang iya dok, obat itu dikasih oleh perawat saat kami pulang dari rumah sakit. Terus dokter suruh saya tunggu di luar ruang tunggu. Saya curiga kenapa obat itu diambil dokter dan dia bilang sama saya kalau obat itu tidak diminum. Kemudian dokter langsung kasih resep baru. Jadi kami curiga dengan obat yang diberi oleh perawat itu salah,” kata Kety.


Menurut Kety, dokter tidak memberikan alasan apa pun kepadanya saat mengambil obat tersebut. Dokter  hanya menyampaikan kalau obat itu tidak usah diminum lagi. Kecurigaan itu meyakinkan kedua orang tua pasien karena saat menunjukkan obat kepada dokter, dokter merasa heran dan tidak berkata banyak.

Kety juga tidak sempat menanyakan lebih lanjut kenapa dokter merasa heran ketika melihat obat yang diberikannya dan juga tidak menanyakan kepada dokter yang langsung menggambil obat tersebut lalu tidak dikembalikan kepada keluarga pasien.