137 Sekolah Jangan Jadi Penjara Buat Siswa - Pos Kupang
Pos Kupang
Sekolah Jangan Jadi Penjara Buat Siswa
Sabtu, 19 November 2011 00:13 WITA
Share |
Berita Terkait

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA --  Sekolah hendaknya tidak memposisikan diri sebagai penjara buat siswa untuk berkreasi. Sekolah harus mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dan tidak hanya sekadar mengejar nilai dan melupakan pendidikan karakter.


Hal ini diungkapkan Bambang Rudiyanto, staf Widyaswara Madya Balai Diklat Keagamaan  Denpasar, Bali,  pada Diklat di Tempat Kerja (DDTK) Teknik Penilaian bagi guru agama di Belu, Rabu (16/11/2011).

Kegiatan ini dibuka Kepala Balai Diklat Keagamaan Denpasar,  yang membawahi Propinsi NTB, Bali dan NTT, Drs. H Syariin, M.PdI,  di Aula MI Hidayatullah, Atambua. Hadir pula KTU Kementerian Agama Belu, Drs. Frans Manek, Ketua Yayasan Hidayatullah, Atambua, dan para guru agama. Diklat berlangsung dari tanggal 16-19 Nopember 2011.
Bambang mengungkapkan, kecendrungan sekolah selama ini bangga kalau sarana dan prasarana bagus, tenaga guru memenuhi persyaratan.

Namun, sekolah tidak pernah berpikir ada hal lain yang sering dilupakan, yakni pendidikan karakter. Seorang guru memiliki empat kompetensi yang tidak boleh dilupakan, yakni profesionalisme, pedagogik, kepribadian dan sosial.
“Sekolah kadang lupa dengan pendidikan kepribadian dan sosial. Sarana bagus, guru berkualitas tapi kenapa mutu rendah?

Ini pertanyaan yang mestinya dijawab oleh guru itu sendiri. Makanya diklat penilaian bagi guru sangat penting agar bisa menilai kepribadian dan kompetensi sosial itu kepada siswanya,” kata Bambang.
Dia meminta agar sekolah jangan menjadi penjara buat siswa. Siswa tidak boleh dicekoki ilmu praktis semata tapi siswa perlu diberi ruang untuk berkreasi. Guru harus bisa menunjukkan sikap dan keterampilan yang baik dan menciptakan suasana  senang bagi siswa itu sendiri.

Untuk itu, katanya, Widyaswara membekali para guru dengan pengetahuan praktis agar guru juga bisa kreatif dalam mengajar.
Kepala Balai Diklat Keagamaan, Syariin menegaskan, diklat DDTK ini sesungguhnya sangat bermanfaat bagi guru. Guru harus dibekali dengan teknik penilaian sehingga dalam mengajar nanti tidak hanya fokus pada pedagogik semata tapi juga mengarah pada pelajaran kepribadian dan jiwa sosial.


“Kita dari balai diklat sungguh-sungguh memberikan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan SDM. Intinya, guru harus semakin hari semakin ditingkatkan kualitasnya sehingga menjadi guru yang profesional dalam bidangnya,” kata Syariin.