POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Dua tahun terakhir, warga Kabupaten Sumba Timur lebih banyak meninggal karena HIV/AIDS ketimbang penyakit malaria. Dari 26 orang penderita HIV/AIDS selama tahun 2010, sedikitnya 16 orang meninggal dunia. Sedangkan tahun 2011, dari 22 orang penderita penyakit tersebut enam orang meninggal dunia.
Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Imanuel Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, dr. Danny Ch, menyampaikan hal itu saat berdialog bersama pemkab setempat dengan anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Anita Gah, di Aula Kantor Bupati Sumba Timur di Waingapu, Kamis (10/11/2011). “Selama dua tahun terakhir ini tidak ada orang meninggal karena malaria tapi kalau HIV/AIDS malah lebih banyak,” katanya.
Dikatakannya, HIV/AIDS merupakan salah satu jenis penyakit yang harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat.
Berdasarkan pengamatan pihak RSU Imanuel, jenis penyakit tersebut sudah menjadi bencana kemanusiaan di daerah itu. Selain itu, HIV/AIDS di daerah itu bukan hanya epidemi tapi sudah pada tahapan pandemic.
“Penyakit ini bukan hanya di kota saja, tapi sudah di kampung-kampung termasuk orang- orang yang tidak memiliki riwayat pergi ke luar daerah,” ujarnya.
Berdasarkan catatan pihak RSU Imanuel, lanjutnya, para pasien penderita penyakit HIV/AIDS lebih banyak warga dari pedalaman atau desa ketimbang warga kota. Hal ini menandakan sumber penyakit tersebut bukan datang dari luar daerah lagi tapi sudah ada di sekitar kita. Selain itu, rata-rata usia para penderita berkisar 18 hingga 28 tahun.
“Para penderita rata-rata dari kalangan usia produktif dan di antara penderita itu ada juga ibu rumah tangga yang belum pernah ke luar daerah,” tegasnya.
Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Demokrat, Anita Gah, usai mendengarkan penjelaskan tersebut mengatakan, upaya pemberantasan penyakit HIV/AIDS di daerah itu akan menjadi perhatian guna menyelamatkan warga dari penyakit mematikan itu. “Ini masukan bagi kami dan saya akan bawa ini dalam rapat di pusat untuk dibahas,” katanya.