67 PAUD Sering Dilupakan - Pos Kupang
Pos Kupang
PAUD Sering Dilupakan
Selasa, 15 November 2011 00:17 WITA
Share |
Berita Terkait

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA -- Keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Belu, ibarat anak ayam yang kehilangan induk. Pasalnya, keberadaan PAUD luput dari perhatian atau dilupakan karena para stakeholder (pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan anak, Red) lebih fokus memperhatikan pendidikan pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Demikian pengamat pendidikan di perbatasan RI-RDTL, Dr. Emanuel Ulu, kepada wartawan dalam Rapat Koordinasi PAUD di Kabupaten Belu, di Hotel Permata Atambua, Selasa (8/11/2011).


Emanuel menjelaskan, rakor PAUD diselenggarakan agar terbangun komitmen bersama untuk memberi tempat yang wajar untuk PAUD di Kabupaten Belu. Melalui rakor, stakeholder seperti Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO), Dinas Kesehatan, Biro Pemberdayaan Perempuan, memiliki komitmen untuk memberi perhatian PAUD, misalnya memberi pendampingan atau bimbingan kepada anak usia dini.


Selain komitmen, Emanuel mengharapkan agar muncul gagasan untuk dibuat peraturan daerah (Perda) tentang PAUD. Perda PAUD diperlukan agar semua stakeholder dari tingkat desa sampai kabupaten memberi perhatian atau kepedulian yang baik kepada anak-anak usia 0-6 tahun, sehingga mereka dipersiapkan secara baik sebelum masuk sekolah dasar.


Menurutnya, PAUD berperan penting dalam meningkatkan kualitas anak, sehingga perlu mendapat perhatian lebih. Seorang anak berkualitas pada usia dini apabila diberi makanan bergizi seperti susu yang membuka simpul saraf otak sehingga menjadi anak brilian.

Selain itu, diberi pendampingan dari orang tua dan tutor PAUD.
“Jika dipersiapkan dengan baik, PAUD sama artinya dengan mempersiapkan generasi Belu di masa mendatang lebih berkualitas,” katanya.