POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU -- Dilarang mengisi bahan bakar minyak (BBM) dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menggunakan jerigen dan tangki modifikasi, para pengecer BBM di Kabupaten TTU tidak jera dan kehabisan akal. Mereka pun beralih ke tangki sepeda motor dan mobil.
Alih-alih mengisi BBM untuk kebutuhan kendaraannya ternyata BBM yang diisi ke tangki sepeda motor dan mobil tersebut disedot kembali ke jerigen atau botol-botol. Ironisnya, pemandangan ini terjadi di depan SPBU.
Seperti yang terjadi di SPBU 01, KM 4 pada Minggu (6/11/2011) dan Rabu (9/11/2011). Sepeda motor dan mobil yang digunakan sebagai penampung BBM untuk pengecer itu bisa puluhan kali mengantri di SPBU dan hanya berputar-putar di sekitar SPBU.
Perilaku para pengecer ini luput dari perhatian para petugas maupun pengelola SPBU. Para pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat yang dipakai sebagai penampung BBM untuk para pengecer beralasan BBM yang diambil dari SPBU untuk kebutuhan kendaraannya.
Perilaku para pengecer ini memicu antrian panjang di SPBU dalam seminggu terakhir. Antrian panjang kendaraan di SPBU juga dipicu terlambatnya pasokan BBM dari Kupang. Seperti disampaikan pengelola SPBU 02, Vincen Taneka. Vincen mengatakan, pihaknya mendapat pasokan BBM dari Kupang 20 ton/hari.
Namun karena pada hari Minggu atau hari libur tidak ada pasokan, kebutuhan BBM pada hari Senin atau hari pertama masuk kerja hanya menggunakan sisa BBM pada hari Sabtu. Sedangkan jatah BBM untuk SPBU di Kefamenanu pada umumnya baru tiba di TTU pada malam hari.
Gabriel, salah satu sopir angkutan kota di Kota Kefamenanu yang ditemui di SPBU 02, Rabu (9/11/2011) sore, mengaku sudah mengantri sejak sehari sebelumnya. Namun belum berhasil mendapat BBM. Bahkan sampai Rabu sore Gabriel belum berhasil mendapat BBM.