137 Hujan Tiga Jam Robohkan Toko Mulya Jaya - Pos Kupang
Pos Kupang
Hujan Tiga Jam Robohkan Toko Mulya Jaya
Kamis, 10 November 2011 01:44 WITA
Share |

POS-KUPANG.COM, KALABAHI -- Hujan lebat selama tiga jam yang mengguyur Kota Kalabahi, Ibu kota Kabupaten Alor, Minggu (6/11/2011), tidak hanya membuat Kota Kalabahi digenangi air.  Hujan itu juga menyebabkan banjir meluap dari Kali Lipa mengakibatkan tembok gudang Toko Mulya Jaya milik Baba Kang (Dedi Siayaan) roboh.


Informasi yang dihimpun Pos Kupang, Minggu (6/11/2011) malam, hujan lebat di kota itu mengakibatkan berbagai material, seperti pasir, batu, dan sampah dibawa banjir hingga hanyut di jalan protokol di Kota Kalabahi.


Berseraknya material itu ditemukan mulai dari depan Toko Aron hingga jembatan Lipa di kawasan pertokoan Pasar Inpres Lipa. Sejumlah rumah warga di wilayah Batutenata kemasukan air, termasuk Hotel Pelangi di depan Museum Daerah Kabupaten Alor dan sejumlah toko di wilayah itu juga digenangi air.
Kondisi paling parah dialami pemilik Toko Mulya Jaya, Baba Kang. Tembok gudang Baba Kang yang persis berbatasan dengan talud kali Lipa di bagian timur dihantam banjir yang meluap dari kali itu.


Tembok permanen setinggi tiga meter dan panjang 14 meter itu jebol akibat banjir. Robohnya tembok itu menyebabkan air banjir menerobos ruangan gudang. Barang-barang bangunan yang disimpan di gudang, seperti  kaca berbagai ukuran, apotek, tripleks, dan barang bangunan lainnya hanyut dibawa banjir hingga ke laut.
Baba Kang yang dihubungi Pos Kupang di tokonya mengatakan, kejadian yang menimpa gudang tokonya itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita.

Atas musibah itu, jelas Baba Kang, ia mengalami kerugian sekitar puluhan juta rupiah. Kerugian ini, kata Baba Kang, belum termasuk tembok gudang yang roboh.
Baba Kang melukiskan, hujan lebat yang terjadi itu mengakibatkan air dari jalan raya masuk hingga tokonya sekitar 40 cm. Demikian juga banjir dari Kali Lipa menghantam tembok gudangnya bagian timur. Hal ini yang mengakibatkan jebolnya tembok gudangnya.


Baba Kang mengatakan, terjadinya luapan air hingga ke badan jalan akibat tidak berfungsinya drainase di kota itu yang dipicu kebiasaan masyarakat membuang sampah di saluran yang ada, termasuk di kali. Akibatnya, ketika terjadi hujan air yang ada meluap ke badan jalan hingga ke pemukiman masyarakat.


Pantauan Pos Kupang, akibat banjir yang meluap hingga badan jalan tersebut, sejumlah ruas jalan di Kota Kalabahi tidak dapat dilewati kendaraan roda dua dan empat. Sebab,  tinggi air yang menggenangi jalan mencapai 60 cm. Setelah hujan redah, badan jalan di kota itu dipenuhi berbagai material mengakibatkan jalan berlumpur.