105 Kelola Masalah Akibat Pertumbuhan Penduduk - Pos Kupang
Pos Kupang
Kelola Masalah Akibat Pertumbuhan Penduduk
Rabu, 9 November 2011 21:26 WITA
Share |

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Kami tetap menyerukan kepada pemerintah dan mitra di seluruh dunia untuk membuat komitmen yang lebih kuat dan berkesinambungan dalam mengelola permasalahan yang timbul akibat pertumbuhan dunia.

Demikian pernyataan Kepala Perwakilan UNFPA Indonesia yang dibacakan Field Coordinator Officer UNFPA wilayah NTT, Salmijati  Kaunang pada acara Peluncuran Buku Laporan Situasi Kependudukan Dunia 2011 dan Seminar yang berlangsung di Hotel Kristal, Selasa (8/11/2011).


“Dengan berfokus pada people and possibilites in a world of 7 Billion, kita dorong setiap orang ikut andil untuk hari depan kemanusiaan. Dengan perencanaan dan investasi yang tepat bagi  penduduk hari ini, khususnya remaja dan penduduk usia muda maka kita memberdayakan mereka untuk membuat pilihan yang lebih baik,” ujar Kaunang.


Menurutnya, isu kependudukan merupakan hal yang kritis bagi  kemanusiaan maupun bumi. Jumlah bukan merupakan masalah tetapi persoalan kependudukan terkait dengan keadilan dan kesempatan manusiawi.


Laporan tentang status penduduk dunia yang berjudul People and possibilites in a world of 7 Billion menunjukan bahwa tantangan yang menghadang sungguh besar.
Dampak jumlah penduduk yang terus bertambah misalnya pada hal-hal berikut, kota-kota dan bagaimana merencanakan perkembangannya. Urbanisasi menunjukkan tren yang pesat dengan migrasi desa-kota masih memegang peranan.
“Tahun 2010, 43 persen penduduk Indonesia tinggaldi kota dan diproyeksikan pada tahun 2030,dua dari tiga orang Indonesia akan bermukim di kota-kota,” katanya.


Penduduk, lanjutnya, juga berdampak pada pemanfaatan sumber daya alami dan kelestarian lingkungan bagi generasi masa depan, penduduk lanjut usia yang perkembangannya memerlukan perhatian khusus, penduduk muda yang sedang menyiapkan diri untuk bekerja membutuhkan pendidikan terutama dengan kesempatan dan biaya yang terjangkau semacam sekolah kejuruan.

Empat Isu
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Bappeda NTT, Ir. Wayan Darmawa, MT mengatakan, kampanye “dunia dengan tujuh miliar penduduk perlu dikaitkan dengan empat isu penting yakni kemiskinan dan  ketimpangan, kesehatan terutama kesehatan reproduksi dan hak-hak reproduksi, lingkungan hidup dan mobilitas penduduk khususnya urbanisasi.


Menurut Wayan, kelompok sasaran strategis yang perlu mendapat perhatian berkaitan dengan kependudukan adalah perempuan dan remaja putri serta kaum muda karena kelompok tersebut memegang peranan penting dalam memecahkan masalah kependudukan.


“Upaya meningkatkan kesehatan dan pendidikan serta pembinaan masa depan perempuan dan kaum muda yang sehat dan berpendidikan akan dapat berpartisipasi dalam pembangunan dan memuat kemajuan dalam keluarga, masyarakat dan negara,” katanya.