POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Gara-gara saling ejek antara pemuda dan pemudi di obyek wisata Pantai Pede, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), warga dua kampung, yakni Dusun Nanganae dan Capi terlibat tawuran.
Peristiwa itu terjadi di perkampungn Nanganae, Minggu (6/11/2011) sekitar pukul 19.00 Wita. Akibat peristiwa itu, salah satu warga Nanganae terpaksa dilarikan ke Puskesmas Labuan Bajo karena mengalami luka robek pada kepala.
Sedangkan dua pemuda yang diduga sebagai pemicu keributan sudah diamankan pihak kepolisian.
Informasi yang diperoleh Pos Kupang di Mapolres Mabar menyebutkan, peristiwa itu bermula ketika sejumlah pemuda asal Dusun Capi terlibat keributan di Pantai Pede dengan pemuda asal Dusun Nanganae.
Saat itu, pemuda-pemudi Capi yang merasa kurang terima dengan perlakuan pemuda Nanganae mengajak teman-teman mereka untuk pergi ke Kampung Nanganae.
Dengan membawa senjata tajam berupa parang dan kayu, para pemuda Capi mendatangi Kampung Nanganae.
Saat itu para pemuda Capi mencari pemuda-pemudi yang terlibat perkelahian sebelumnya di Pantai Pede. Sesampai di areal persawahan, sejumlah pemuda Nanganae yang melihat gelagat para pemuda Capi langsung menahan dan menghadang. Saat itu keributan tidak terelakkan. Para pemuda asal Capi memukul salah satu warga Nanganae bernama Musa mengakibatkan luka robek di bagian kepala. Setelah perkelahian tersebut, para pemuda Capi pun meninggalkan lokasi.
Kasat Reskrim Polres Mabar, Iptu Rony Wijaya, yang dikonfirmasi terkait kasus ini, mengatakan, pihaknya sudah mengamankan belasan pemuda asal Capi yang ikut terlibat dalam tawuran tersebut. “Kami masih periksa dua warga yang diduga sebagai otak keributan,” kata Rony.
Menurut Rony, untuk sementara pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Sejumlah pemuda yang diamankan masih harus menjalani pemeriksaan sehingga belum diketahui jelas berapa pelaku.
Sementara untuk korban, kata Rony, mengalami luka robek di kepala setelah dipukul menggunakan kayu. Pihaknya masih akan melakukan olah TKP untuk mengungkap kasus tersebut.