POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK -- Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Sumba Barat telah mendroping 75 ton benih jagung kepada para petani. Para petani juga sudah menanam jagung dan sudah mulai tumbuh mengingat hujan turun lebih awal.
Sementara untuk benih padi, juga sudah disiapkan 50 ton dan diperkirakan sekitar awal Desember mulai dibagikan kepada para petani bersamaan mulainya musim hujan.
Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Sumba Barat, Ir. Melanton Umbu Sulung, menyampaikan hal tersebut kepada Pos Kupang di sela-sela acara panen raya padi di Desa Welibo, Kecamatan Lamboya, Senin (31/10/2011).
Secara umum, kata Umbu Sulung, para petani sudah menyiapkan lahan untuk menanam padi dan jagung. Khusus lahan tanaman jagung, rata-rata para petani sudah menanam. Bahkan sebagian sudah tumbuh. Kondisi ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya dimana hujan terlambat turun. Selain itu saat anakan jagung mulai besar, hujan turun berkepanjangan sehingga tanaman jagung mati karena batangnya busuk.
“Persiapan lahan petani memasuki musim tanam tahun ini tak lepas dari upaya keras pemerintah termasuk para petugas penyuluh lapangan yang tak henti-hentinya mendampingi petani di desa-desa mempersiapkan lahan lebih awal untuk menanam padi dan jagung,” kata Umbu Sulung.
Secara umum, jelas Umbu Sulung, kondisi pangan warga Sumba Barat aman. Diakui, kalau saat ini terjadi kekurangan pangan khusus padi dan jagung itu hanya bersifat perorangan (kepala keluarga). Kondisi itu bisa teratasi mengingat stok makanan lokal seperti ubi kayu, pisang, dan lain-lain cukup tersedia.
Meski demikian, kata Umbu Sulung, pemerintah tetap mengupayakan melalui program raskin, PKH, PNPM dan proyek-proyek APBD ataupun APBN yang masuk di desa-desa. Diharapkan, warga terlibat dalam kerja proyek sehingga upah yang diterima dapat dipakai untuk membeli beras dan belanja kebutuhan hidup lainnya.