POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU -- Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt meminta para petani di daerah itu agar mengurangi penggunaan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik.
Permintaan ini disampaikan saat panen perdana padi varietas baru Inpari di Kelurahan Nifuboke, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Rabu (1/11/2011).
Uji coba pengembangan padi varietas baru jenis Inpari 7,8,10 dan 13 pada lahan basah di Kecamatan Noemuti, TTU ini berhasil. Uji coba pengembangan padi Inpari yang dilakukan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten TTU dan Badan Bimmas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten TTU bekerja sama dengan BPPT Naibonat di Demplot milik Kelompok Tani Manikin Aenmanu, itu mampu menghasilkan gabah enam ton/hektar (ha).
Padi ini diharapkan membantu pemenuhan benih untuk masyarakat TTU pada musim tanam tahun ini.
Bupati Raymundus mengatakan, dengan luas lahan lima hektar dan produksi enam ton per hektar diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih untuk petani lahan basah di Kecamatan Noemuti dan sekitarnya.
Selain padi, Raymundus berharap, ke depan Dinas Pertanian dan Perkebunan TTU bekerja sama dengan BPPT Naibonat mampu menciptakan dan mengembangkan varietas baru untuk jagung, kacang hijau dan kacang tanah karena tiga komoditi tersebut cocok dengan tanah dan iklim di TTU. Sementara untuk masyarakat, Raymundus kembali mengingatkan untuk tidak meninggalkan pangan lokal selain padi dan jagung karena pangan lokal mampu menjadi penyanggah ketika padi dan jagung gagal panen.
Komoditi lain yang potensial untuk dikembangkan di TTU, kata Raymundus, pinang dan sirih. “Hampir setengah dari masyarakat TTU setiap hari mengkonsumsi sirih dan pinang. Kalau satu orang saja beli Rp 1000,00 ada ratusan juta uang yang beredar di TTU setiap hari hanya dari sirih dan pinang. Karena itu, saya minta manfaatkan daerah-daerah sumber mata air dan aliran air untuk menanam sirih dan pinang,” kata Raymundus.