49 Banyak Anak di Mauta Belum Diimunisasi - Pos Kupang
Pos Kupang
Banyak Anak di Mauta Belum Diimunisasi
Sabtu, 29 Oktober 2011 01:07 WITA
Share |

POS-KUPANG.COM, KALABAHI -- Hingga saat ini masih banyak anak, khususnya bayi dan balita di Desa Mauta, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, yang belum mendapatkan imunisasi. Hal ini mengakibatkan anak-anak di desa itu rentan diserang penyakit campak.
Kepala Seksi Pengamatan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Mety Haryaty, SKM, menyampaikan hal ini kepada Pos Kupang di kantornya, Selasa (25/10/2011).


Haryaty mengatakan, penanganan KLB oleh tim Dinkes Alor dan petugas dari Puskesmas Baranusa dilakukan sebanyak dua kali. Penanganan pertama hari Kamis (20/10/2011), dan kedua Sabtu (22/10/2011) hingga Minggu (23/10/2011).
Menurut Haryaty, masyarakat yang mendapat pelayanan kesehatan oleh tim 114 orang yang didiagnosa menderita berbagai penyakit. Khusus yang mengalami penyakit campak sebanyak puluhan orang.

“Masyarakat yang sakit campak ini adalah anak-anak dan bayi. Usianya dari 0 tahun hingga 12 tahun,” kata Haryaty.
Data yang dikumpulkan petugas dari lapangan, demikian Haryaty, ditemukan banyak anak yang belum diimunisasi. Hal inilah yang mengakibatkan kondisi daya tahan tubuh anak lemah sehingga mudah terserang campak.


Masalah ini semakin diperparah dengan jarak yang jauh dari desa itu ke puskesmas yang berlokasi di Maliang, Ibu kota Kecamatan Pantar Tengah. “Puskesmas ini bangunannya bagus, tetapi sarananya tidak ada. Petugas kesehatan mau ke desa-desa mengalami kesulitan, sebab tidak ada sepeda motor,” kata  Haryaty.
Haryaty mengatakan, sebenarnya campak yang terjadi di Desa Mauta belum lama ini tidak harus sampai KLB. Tapi karena puskesmas jauh, sehingga masyarakat mengalami kesulitan untuk pengobatan.

Penyebab lain KLB campak di wilayah itu, jelas Haryaty, akibat sanitasi. Hal ini terkait erat dengan masalah air bersih.
Haryaty mengatakan, tim dinkes dalam pelayanan kesehatan telah mengambil lima sampel untuk dikirim ke Surabaya. Sampel yang diteliti ini sangat penting agar dapat memastikan secara jelas apakah KLB di Mauta itu campak atau penyakit lain.


Menurut Haryaty, anak-anak di Kabupaten Alor memang rawan diserang campak. Dalam tahun 2011 sudah terjadi tiga kasus campak, yakni di Kota Kalabahi, di Mataru, dan di Desa Mauta, Pantar Tengah.