POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK -- Kapolres Sumba Barat, AKBP Yayat Jatnika, melalui Kepala Humas Polres Sumba Barat, Ipda Tulus Yanto mengatakan, belum satupun pelaku yang terlibat kasus pembunuhan yang menewaskan Seingu Lede dan melukai Benge Dega yang menyerahkan diri.
Aparat Polres Sumba Barat kini terus memburu para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Tulus Yanto menyampaikan hal tersebut kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (25/10/2011). Meski demikian, kata Yanto, salah satu pelaku pembunuhan terhadap Seingo Lede, yakni Batangu Dega masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Lende Moripa, dan dalam penjagaan ketat aparat kepolisian.
Yanto mengatakan, aparat kepolisian belum dapat meminta keterangan kepada pelaku karena belum bisa berkomunikasi akibat menderita sejumlah luka akibat amukan keluarga korban sesaat setelah pelaku menghabisi nyawa korban Seingu Lede.
Sebenarnya, jelas Yanto, sesaat setelah kejadian, pelaku pembunuhan Seingu Lede yakni Batangu Dega hendak menyerahkan diri ke polisi dengan menyerahkan diri di kantor pos polisi kota yang berada di Pasar Inpres Waikabubak.
Namun, pada waktu bersamaan keluarga korban menyerang pos polisi dan menyeretnya keluar lalu dihajar beramai-ramai.
Saat itu, anggota polisi yang bertugas hanya dua orang, sementara lainnya sedang melakukan patroli sehingga tidak bisa mencegah aksi warga apalagi berlangsung begitu cepat. Namun, berkat kesigapan aparat kepolisian, pelaku bisa dilarikan ke RS Lende Moripa.
Mengenai jumlah pelaku yang teridentifikasi dan menjadi buruan Polres Sumba Barat, Yanto mengatakan, belum bisa memastikan karena sedang dalam penyelidikan aparat Polres Sumba Barat.
Sebelumnya diberitakan (Pos Kupang, 25/10/2011), aksi pembunuhan keji kembali terjadi di Kota Waikabubak, Ibu kota Kabupaten Sumba Barat, Senin (24/10/2011), sekitar pukul 09.00 Wita. Seingo Lede (40 tahun) akhirnya tewas dan Batangu Dega (30) sekarat.
Keduanya warga Kampung Wailiang, Kecamatan Kota Waikabubak. Sehari-hari kedua keluarga besar tersebut berkebun di Loko Duka, Kecamatan Loli, sekitar 6 km arah barat Kota Waikabubak. Belum diketahui motif pembunuhan itu.