POS KUPANG.COM, TAMBOLAKA --- Kesebelasan Persab Belu tantang kesebelasan Persedaya di final tanggal 22 Oktober 2011 nanti setelah dalam pertandingan semifinal, Rabu (19/ 10/2011), menang 1-0 atas kesebelasan Persena Nagekeo.
Sehari sebelumnya, Persedaya menang atas Perseftim Flores Timur melalui drama adu penalti. Sedang perebutan tempat ketiga antara kesebelasan Perseftim Flores Timur melawan kesebelasan Nagekeo akan berlangsung, Jumat (21/10/2011).
Pertandingan babak semifinal antara kesebelasan Persab Belu melawan kesebelasan Nagekeo yang dipimpin wasit Umar Wongso asal Flotim dibantu asisten wasit I, Ignas Kopong asal Flotim dan asisten wasit II, Arifin Gazali asal Lembata, di lapangan Galatama, Rabu (19/10/2011), dimenangkan kesebelasan Persab Belu dengan skor 1-0.
Gol tunggal kesebelasan Persab Belu dilesakkan pemain bernomor punggung 10 atas nama Yulius Mauloko. Gol terjadi pada menit pertama setelah Yulius Mauloko berdiri bebas menerima umpan matang dari Adi Mau dari tengah lapangan dan dengan mudah mengirim bola ke sudut kiri gawang Nagekeo yang gagal ditepis kiper Nagekeo, Bolin Ferdin. Kedudukan berubah 1-0 untuk keunggulan Persab Belu.
Gol cepat Persab Belu menurunkan kepercayaan diri anak-anak Nagekeo mengolah bola. Umpan-umpan bola sering salah sasaran. Bahkan lini tengah nyaris menjadi milik Persab Belu.
Adi Mau, pemain tengah Persab Belu, terlihat leluasa menggocek bola dan mengarahkan umpan-umpan pendek terukur ke strikernya Yulius Mauloko dan Ade Lexi yang beberapa kali membahayakan gawang Nagekeo.
Serangan yang dibangun para pemain Nagekeo melalui umpan-umpan panjang yang mengarah langsung ke daerah pertahanan Persab Belu dengan mudah dipatahkan di lini pertahanan Persab Belu yang dikoordinir Moses dengan menyapu bersih setiap bola yang datang.
Namun, hal itu tidak berarti para pemain Nagekeo putus asa. Mereka terus melakukan serangan ke gawang lawan dan beberapa kali nyaris menciptakan gol. Namun, kesigapan penjaga gawang Persab Belu, Bili Ferdin mampu menyelamatkan gawangnya dari ancaman gol para pemain Nagekeo. Hingga babak I selesai, kedudukan tetap 1-0 untuk keunggulan Persab Belu.
Memasuki babak ke II, pelatih Persab Belu, Buce Lengo, memasukkan beberapa pemain berkarakter bertahan untuk mengamankan keunggulan yang ada. Momen itu dimanfaatkan para pemain Nagekeo untuk melakukan serangan. Namun faktor kelelahan dan terburu-buru memainkan bola menyebabkan serangan tersebut mudah dihadang pemain Persab Belu.
Para pemain Nagekeo menguasai permainan, namun kurang tenangnya para striker menyebabkan tendangan tak tepat sasaran. Apalagi hampir semua pemain Persab Belu menumpuk di area pertahanannya.
Beberapa kali terlihat striker Nagekeo, Bento, menguasai bola, namun tendangannya melenceng jauh dari gawang. Menjelang detik-detik berakhirnya pertandingan, baru pelatih Nagekeo memasukan pemain pengganti nomor 10, Rado.
Namun, belum mendapat kesempatan menendang bola, wasit Umar Wongso keburu meniup peluit panjang pertanda berakhirnya pertandingan dan skor tetap 1-0 untuk kemenangan Persab Belu.