37 Timnas Kita Masih di Juru Kuci - Pos Kupang
Pos Kupang
Timnas Kita Masih di Juru Kuci
Rabu, 12 Oktober 2011 10:10 WITA
Share |

POS KUPANG.COM, JAKARTA --- Meski telah menunjukkan semangat juang tinggi, Indonesia gagal menang atas Qatar pada laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (11/10/2011). Bambang Pamungkas dan kawan-kawan takluk 2-3.

Dengan kekalahan ketiga itu, untuk sementara tim "Merah Putih" tetap menghuni juru kunci di Grup E dengan belum meraih angka. Hingga berita ini diturunkan, Qatar memimpin grup ini dengan lima poin, hasil sekali menang dan dua kali seri.

Posisi Qatar bisa tergusur Iran atau Bahrain, yang sedang bertanding saat berita ini naik cetak. Andai salah satu dari kedua tim ini menang, poinnya menjadi tujuh.

Walau kalah, permainan Indonesia tidak mengecewakan dibandingkan dua laga sebelumnya, yang kalah 0-3 dari Iran dan 0-2 dari Bahrain.

"Para pemain sudah menunjukkan semangat juang tinggi dan karakter bagus. Sayangnya, masih ada beberapa kelemahan yang belum bisa kami tutupi, seperti stamina. Meski kita sudah kalah tiga kali, persaingan di Grup E belum berakhir," kata pelatih tim Indonesia, Wim Rijsbergen.

Pelatih Qatar, Sebastiao Lazaroni, juga memuji permainan Indonesia, terutama penampilan Cristian Gonzales, M Ilham, dan Bambang Pamungkas. Dia menilai tiga pemain ini sangat menyulitkan para pemainnya. "Pertandingan yang bagus dan tidak mudah buat kami. Kedua tim sama-sama menunjukkan semangat juang tinggi, sayangnya keberuntungan jadi milik kami. Sebelum pertandingan, saya bilang kepada pemain untuk menunjukkan yang terbaik dan meraih tiga poin. Ternyata mereka bisa melakukannya," kata Lazaroni.

Faktor stamina dan kecepatan menjadi kunci keunggulan Qatar. Mereka juga mampu memanfaatkan kelengahan dan kelelahan pemain-pemain Indonesia sehingga mampu mencuri kemenangan pada babak kedua. Hujan deras yang mengguyur lapangan juga semakin melelahkan pemain-pemain Indonesia.

Pada laga ini, Wim Rijsbergen secara mengejutkan memasang bek Purwaka Yudi Pratomo sebagai starter dan menempatkan dia sebagai gelandang jangkar di depan empat bek: Zulkifli Syukur (kanan), Muhamad Roby, Hamka Hamsah, dan Supardi (kiri). Dengan peran itu, Purwaka diharapkan berfungsi sebagai perusak atau penangkis pertama serangan lawan.

Namun, peran tersebut tampaknya terlalu berat bagi pemain berusia 27 tahun itu. Dalam situasi tim tertekan, ia keteteran menanggulangi kelincahan gelandang serang Qatar, Khalfan Ibrahim, Pemain Terbaik Asia 2006. Gol pertama Qatar, menit ke-14, tercipta setelah ia kalah cepat menghadang laju Khalfan, yang menguasai bola dan mengopernya ke Abdulaziz Al Sulaiti.

Al Sulaiti berdiri cukup bebas, jauh dari kawalan bek kanan Zulkifli. Dalam sekian detik, ia menendang keras dan menjebol gawang kiper Feri Rotinsulu. Gol kedua Qatar juga tercipta dari posisi Khalfan, yang kali ini melihat posisi Feri terlalu maju ke depan dan melepaskan tendangan lambung berbuah gol.

Terlepas dari perjudian Rijsbergen dengan memasang Purwaka, seperti terlihat pada babak pertama, daya juang pasukan "Merah Putih" patut diacungi jempol. Tertinggal 0-1, mereka tidak menyerah. Berselang tujuh menit setelah gol pertama, striker Cristian Gonzales menyamakan skor. Diawali upaya Bambang Pamungkas menendang ke gawang yang diblok kiper Qatar Malick Baba, bola mental ke depan dan disambar Gonzales.

Saat Indonesia tertinggal 1-2, pada menit ke-35 striker kelahiran Uruguay itu kembali menyamakan 2-2, kali ini dengan arsitek Muhammad Ilham yang menusuk lewat sayap kanan.

Indonesia mengawali permainan dengan percaya diri pada awal babak kedua. Namun, aksi solo run Muhammad Razarak pada menit ke-59 kembali membobol gawang Indonesia. Pemain bernomor 16 ini menerima umpan teroboson dari tengah lapangan, lari kencang meninggalkan pemain belakang Indonesia, lalu menendang keras ke gawang Feri dan mengubah skor menjadi 3-2. (SAM/WAD/OTW)