POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Saat ini cukup banyak sentra kerajinan tenun ikat di Kota Kupang. Agar menarik minat konsumen, Sentra Tenun Ikat Jula Huba mengandalkan kombinasi warna.
“Kalau kita bermain warna, maka orang pasti tidak bosan melihat produk kita. Ini cara yang kami pakai untuk menarik minat pembeli,” ujar Pemilik Sentra Tenun Ikat Jula Huba, Mince Lulu, ketika ditemui di lokasi usahanya, Jalan WJ Lalamentik, Rabu (28/9/2011).
Dia mengatakan, tenun ikat umumnya sama di Kota Kupang. Tapi untuk mengundang selera pembeli, ia harus berani tampil beda. Untuk itu, ia selalu membuat kombinasi warna,” ungkapnya.
Menurutnya, warna tenun ikat umumnya kebanyakan gelap. Karena dibuat dengan pewarna alam. “Tetapi kami juga membuat motif tenun ikat yang warnanya merupakan warna asli dari daun tumbuh-tumbuhan,” ungkapnya
Selama ini, lanjut Mince ia selalu membuat tenun ikat bermotif Sabu dan Rote. Untuk itu, ia bekerja sama dengan 52 pekerja guna memasarkan hasil. Ia juga bekerja sama dengan penenun sejumlah penenun baik di Sumba, Flores dan lainnya.
Mengenai bahan baku, Mince mengungkapkan dalam lima bulan terakhir, harga bahan baku (benang) mengalami kenaikan tiga kali. “Tapi harga kain tenun ikat tidak bisa naik. Dengan begitu konsumen tidak beralih ke tempat lain.
Ia menambahkan, salah satu aspek yang menyebabkan pemasaran tenun ikat terganggu, adalah kehadiran batik dengan motif yang hampir sama dengan tenun ikat.