231 Dami Wera Gelar Tinju Profesional di Maumere - Pos Kupang
Pos Kupang
Dami Wera Gelar Tinju Profesional di Maumere
Senin, 8 Agustus 2011 08:52 WITA
Share |

POS-KUPANG.COM, SURABAYA -- Damianus Wera, promotor sekaligus manajer sasana Rokatenda Sidoarjo, Jawa Timur, akan menggebrak Kota Maumere, Sikka. Damianus Wera akan menggelar pertandingan tinju internasional, 19 September mendatang.

"Saya pilih Maumere karena animo masyarakatnya terhadap tinju sangat tinggi," ujar Damianus Wera, di Surabaya, Minggu (7/8/2011).

Damianus kini merupakan promotor satu-satunya yang masih aktif setelah meningalnya Herry Aseng Sugiarto, Eddy Pirih. Promotor wanita Fifi Laksono juga sudah nonaktif. Dalam pegelaran itu, petinju andalan Rokatenda, Tommy Seran akan menghadapi petinju Filipina Noel Adelmita. Bagi Tommy, pertarungan ini merupakan ajang persiapan untuk menantang juara kelas terbang yunior dunia versi WBO dan WBA, Geovanni Segura dari Puerto Rico. Tommy sekarang juara kelas terbang versi WBO Asia Pasifik.

Selain Tommy, petinju masa depan Rokatenda lainnya, Robert Kopa akan bertarung melawan petinju Filipina lainnya, Ricky Sismundo di kelas bulu. Rokatenda juga akan mempertarungkan lima petinju lainnya untuk menghadapi petinju luar negeri maupun dalam negeri.

Damianus yang juga dikenal sebagai ahli pengobatan alternatif mengatakan, dana sekitar Rp 1 miliar untuk menggelar pertandingan tinju itu sudah siap. Di samping merogoh kocek sendiri, juga ada bantuan dari kawan-kawannya.

Masyarakat mungkin lebih mengenal Damianus Wera sebagai sosok yang ahli menyembuhkan berbagai macam penyakit. Maklum, pasien yang datang ke tempat praktik lelaki kelahiran Palue, Flores, 27 Januari 1960, itu bisa mencapai 100 orang per hari. Berdasarkan data pasien terdaftar pada kurun waktu tahun 1996-2007, lelaki yang akrab disapa Dami itu telah mengobati 86.382 orang.

Di tengah kesibukannya melayani pasien, putra pasangan Ware Ratu dan Maria Lanu itu ternyata masih sempat menyalurkan hobi bertinju. Pada pertengahan tahun 2004, Dami pun mendirikan sebuah sasana tinju yang diberinya nama Rokatenda. Nama sebuah gunung di Pulau Palue, Flores, itu dipilih guna menghormati tanah kelahirannya.