119 Gong Belajar, Rumah Belajar, dan Reward Guru - Pos Kupang
Pos Kupang
Gong Belajar, Rumah Belajar, dan Reward Guru
Minggu, 7 Agustus 2011 02:43 WITA
Share |

Oleh Mezra E Pellondou, S.Pd, M.Hum

PADA pemilihan guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi tingkat kota Kupang, enam orang keluar sebagai juara pertama yang harus mewakili Kota Kupang ke ajang pemilihan tingkat propinsi. 

Untuk kategori guru Taman Kanak-kanak (TK), pemenangnya adalah Henda Sonyasih, S.Pd. Guru Sekolah Dasar, Rosina Menoh. Guru SMP, Suwandi S.Pd, M.Pd, untuk kategori guru SMA,, Mezra E. Pellondou, S.Pd., M.Hum. Untuk kategori Kepala SD, Trifena Manafe.  Untuk kategori pengawas Dikdas, Maria Mone, SP.d.


Setelah pengumuman pemenang, keenam orang pemenang diarahkan oleh Pak Teofilus Sir, dan Pak Yos Koli, wakil dari pengawas Kota Kupang menemui Kepala Dinas PPO Kota Kupang, Drs. Maxwell Halundaka, di ruang kerjanya, 24 Juli 2011.

Pak kadis, dalam kesibukannya yang sangat padat hari itu, berusaha menemui kami dan mengucapkan selamat serta motivasi dan harapan.
Menurut Pak Kadis, orang yang profesional dan berprestasi, kapan pun akan diuji, pasti dia siap. “Dan, kalian semua telah menunjukkan kinerja dan kompetensi seperti itu.

Para guru yang berkinerja dan berkompetensi bagus,  kapan pun harus siap untuk dinilai. Tanpa kompetisi, kita tidak tahu kita berada di mana. Tanpa kompetisi, kita tidak tahu sejauh mana kompetensi kita,” demikian Halundaka yang mempertanyakan di mana partisipasi dari  para guru yang sudah sertifikasi dalam ajang bergengsi ini.

“Seharusnya, guru-guru yang sudah tersertifikasi mampu menunjukkan diri pada ajang pemilihan guru-guru berprestasi, tapi ternyata kita bisa menghitung sendiri dengan melihat kondisi peserta pada kegiatan ini,” ujarnya.
Kadis PPO Kota Kupang berharap agar para pemenang selalu menyiapkan diri sebaik-baiknya seperti yang telah dibuktikan sendiri oleh peserta pada tingkat kota yakni memperjuangkan mutu pendidikan dalam keterbatasan dan  berhasil sebagai pemenang untuk ajang seleksi tingkat propinsi.     


Seleksi tingkat propinsi dibuka oleh Kepala Dinas PPO NTT, Drs. Klemens Meba, MM, 25 Juli 2011, di Asrama Haji. Kegiatan berlangsung hingga 28 Juli 2011. Klemens yang saat ini sedang mendesain program cerdas untuk memperbaiki mutu pendidikan di NTT  dalam sambutannya menyentil soal program cerdas dimaksud.

Tiga program cerdas yang segera dilaksanakan dan saling menunjang untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah 1) Gong belajar, yakni upaya mendisiplinkan pelajar untuk belajar pada jam-jam gong belajar dikumandangkan (Jam tujuh pagi dan jam lima sore). Pada jam-jam tersebut orangtua wajib  mendampingi anak untuk belajar atau mengantar  anak ke sekolah   untuk wajib belajar.

Ide ini muncul karena keinginan Pak Klemens agar anak-anak di rumah dan di sekolah memanfaatkan secara optimal jam-jam belajar mereka dalam pengawasan guru dan orangtua, juga  pemerintah dan masyarakat.

“Jangan sampai pendidikan di NTT hanya menghasilkan out put yang hanya bisa  duduk-duduk di deker. Jika gong belajar sudah diluncurkan, anak-anak yang berkeliaran pada jam belajar akan dituntun dan diantar pulang ke sekolah dan rumahnya masing-masing,”  jelas Klemens.

2) Rumah belajar/pemondokan bagi siswa. Program ini  bertujuan memondokkan siswa pada H minus tiga bulan ujian nasional. Siswa akan melebur bersama kelompok sebayanya dengan tingkatan kelas dan satuan pendidikannya masing-masing serta difasilitasi oleh masyarakat setempat  dalam sebuah rumah/pemondokan untuk melakukan kegiatan belajar dan pembimbingan menghadapi ujian nasional.

3) Reward bagi guru berprestasi. Program ini merupakan bukti kepedulian pemerintah dan masyarakat untuk menghargai profesi guru termasuk menghargai guru-guru berprestasi baik dalam kinerja maupun dalam pengembangan profesi. Guru berprestasi mampu menunjukan empat kompetensi baik pedagogik, sosial, profesional, dan kepribadian.


Program pendidikan cerdas yang akan diluncurkan Kadis PPO, Klemens Meba MM, ini oleh diakuinya sendiri menuai berbagai pujian dan kritik. “Ada yang mengatakan saya hendak mengasramakan anak-anak, tapi apa pun pendapat orang saya tetap optimis  dengan program ini,” tegasnya.


Kepada peserta pemilihan guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi NTT,   Klemens berharap mampu menggaungkan program ini di daerahnya masing-masing, termasuk bagi mereka  yang juga nantinya  menang untuk mengikuti seleksi tingkat nasional di Jakarta 12 Agustus 2011.


Seperti seleksi tingkat kota, kami juga melewati tes tertulis, wawancara, unjuk kerja dengan mempresentasikan karya ilmiah dan atau karya Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tes tertulis berkaitan dengan kompetensi dan kinerja guru, kurikulum, serta penguasaan model-model pembelajaran, serta strategi pembelajaran dan pengetahuan yang berkaiatan dengan  profesionalisme guru .


Di hari terakhir, Kamis (28 Juli 2011) dengan kelelahan dan rasa kantuk yang tidak tertahan, kami duduk dalam ruang aula Asrama Haji, dan sebelum Pak Kadis PPO menutup acara, para pemenang lomba pemilihan guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi diumumkan oleh Pak  Junus TH Buling, S.H, selaku ketua panitia.

Kami sangat gembira karena empat dari enam utusan Kota Kupang berhasil menjadi duta NTT di tingkat nasional untuk kegiatan yang sama. Puji kepada Tuhan Yesus, saya keluar sebagai pemenang pertama kategori guru SMA untuk mengikuti seleksi di Jakarta. Pemenang kedua, Godelfridus Ngampu, S.Pd, dari Kabupaten Belu dan pemenang ketiga,  Drs. Jeremias P Pelle, M.Pd, dari Kabupaten TTS.

Walaupun untuk pemenang kedua dan ketiga tidak ikut ke Jakarta untuk seleksi nasional, namun saya sangat bangga pada mereka berdua karena saya cukup kagum dengan karya tulis PTK yang mereka presentasikan. Saya tidak tahan untuk mengatakan hal ini ketika di hari bahagia itu Godelfridus atau biasa disapa Pak Frits mengantar saya pulang dengan mobil pick up-nya. Saya berharap Pak Frits terus melakukan penelitian ilmiah dan  menulis karena Tuhan telah memberikan  talenta luar biasa itu pada dirinya.


Untuk kategori TK, peserta satu-satunya dari Kota Kupang, Henda Sonyasih, S.Pd, berhasil mewakili NTT ke tingkat nasional. Untuk kategori SD, Ibu Rosina Meno, S.Pd, peserta dari  Kota Kupang belum  berhasil menjadi duta NTT, karena Pak Isak YN Beukliu dari kabupaten TTS memiliki kelebihan 48 nilai dari Rosina yang berada pada urutan kedua.

Sedangkan urutan ketiga berhasil diraih oleh Ibu Marselina Wila Pau, S.Pd dari Kabupaten Kupang.  Kategori SMP ketiga peserta yang berhasil adalah Benyamin Sole, S.Pd (ke tingkat nasional), Cornelia Djawa Udju, S.Pd dari Kabupaten Kupang (II) dan Arnoldus Ola Aman, S.Pd dari Sumba Tengah meraih peringkat tiga.


Sekalipun kelelahan namun satu hal melengkapi kebahagiaan saya adalah ketika pada seleksi tingkat propinsi ini saya benar-benar bertemu dengan sahabat saya Arnoldus Ola  Aman dari Sumba Tengah. Walaupun selama kegiatan berlangsung kami dipisahkan berdasarkan kategori, namun saat makan pagi dan makan siang kami selalu memiliki kesempatan untuk berdiskusi.


Kegembiraan saya itu bertemu Arnold berdasarkan dua alasan, pertama, kami baru bertemu setelah 17 tahun berpisah karena masing-masing menamatkan studi dan bekerja. Kedua, karena dengan semangat dan mata berbinar sahabat saya itu menunjukkan karya bukunya, sebuah karya intelektual yang manis untuk dibaca, Antologi Puisi Lonceng Sekolah, segera kukantongi saat aku keluar dari kamar.

“Mezra, aku menangis saat membaca beberapa karya bukumu, karena saat itu aku belum berhasil menulis sebuah buku, sekarang aku bahagia karena aku bisa menunjukkan sebuah karya buku untukmu. Kamu harus baca ya? kata Arnold.
(* Guru SMAN 1 Kupang/habis)