POS-KUPANG.COM, BAJAWA -- Manajemen Bank NTT Cabang Bajawa pada tahun 2010 telah menyalurkan dana Rp 3,3 miliar untuk kredit usah mikro di Ngada. Dana tersebut terserap di tangan masyarakat dalam bentuk kelompok usaha mikro di beberapa unit pelayanan langsung (UPL).
Demikian dikatakan Kepala Bank NTT Cabang Bajawa, Yohanes Dae saat ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Senin (11/7/2011).
Kata Dae, sejak tahun 2010 lalu, Bank NTT Cabang Bajawa sudah memberikan kredit kepada masyarakat lewat unit pelayanan langsung (UPL) sebesar Rp. 3,3 miliar. Dana itu digunakan masyarakat untuk membuka usaha kecil seperti kios, ternak dan sayuran.
Dikatakanya, sampai saat ini sekitar belasan kelompok yang telah dibentuk. Dan kelmpok tersebut menjadi kelompok binaan bank NTT. Dia merincikan, kelompok yang sudah dibentuk terdapat dibeberpa lokasi diantaranya, di kelurahan Faobata, Langa, Beiwali, Bajawa Utara, Soa, Seso Tarawaja, Inelika, Pape, Nginamanu dan Boawae.
Dari sekian kelompok tersebut ada sebagian besar dinilai cukup bagus karena proses pengembalian uang cukup lancar sedangkan beberapa kelompok lainnya masih mengalami kendala dalam hal pengembalian kredit.
Pada awalnya aman-aman saja. Penggunaan uang cukup rapi. Tetapi semakin lama bermasalah, pengurus sudah mulai jalan sendiri-sendiri,” katanya.
Besar pinjaman UPL berkisar antara Rp 6 juta sampai Rp 12 juta per kelompok dengan bunga 22 persen.
Meskipun bunga besar seperti itu, namun ada kemudahan keuntungan bagi anggota UPL karena 5 persen dari jumlah bunga tersebut akan diberikan kembali ke UPL sebagai insentif untuk pengurus. Selain itu, ketika anggota UPL ada yang meninggal dunia atau terkena bencana, maka sisa kredit tidak ditagih kepada anggota yang bersangkutan, karena yang membayar sisa kredit ke Bank NTT adalah pihak penjamin.
Menurut Dae, dengan kredit micro UPL sperti ini masyarakat mendapat keringan dalam hal kredit, karena bank tidak membutuhkan jaminan kredit bagi masyarakat yang terpenting masyarakat dalam melakukan kredit harus dalam bentuk kelompok.
Tahun ini, katanya, Bank NTT akan membuka unit simpan pinjam desa (USPD) di tiga kecamatan yakni Kecamatan Golewa, Kecamatan Soa dan Riung. Di USPD ini akan disiapkan staf bank untuk melayani masyarakat.
Upaya in dalam rangka pendekatan pelayanan Bank dan juga masyarakat lebih mudah mnegakses ke bank. Kata Dae, USPD ini akan diluncurkan tanggal 17 Ju;i 2011 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bank NTT.