POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Meski sudah dua kali mengikuti kualifikasi PON XVIII 2012, status Oliva Sadi masih diperebutkan oleh NTT dan Kalimantan Timur. Demikian diinformasikan Ketua Pengprop PASI NTT, Drs. Ary Moelyadi, M.Pd, dari Jakarta, Rabu (29/6/2011).
Ary menjelaskan, status Oliva Sadi yang kembali memperkuat NTT sempat menjadi polemik. Pasalnya, Kalimantan Timur (Kaltim) juga mendaftarkan nama Oliva Sadi sebagai atletnya. Oliva Sadi diklaim Kaltim sebagai atletnya, namun atas negosiasi dengan Sekretaris Umum Pengprop PASI Kaltim, Nurdin, dengan Ary Moelyadi dan pelatih atletik NTT, Soleman Natonis, dibuat kesepakatan bahwa Oliva dapat melanjutkan lomba dengan catatan, segala bentuk administrasi kepindahannya ke NTT harus diselesaikan paling lambat enam bulan sebelum PON XVIII 2012 digelar.
Menurut Ary, hari ini, status Oliva Sadi akan dibahas di Sekretariat KONI Pusat antara Baori, PASI Kaltim dan KONI NTT yang diwakili Yohana Lisapali dan Marthen Bana serta dirinya sebagai ketua harian Pengprop PASI NTT. "Rapat ini untuk memutuskan keberadaan Oliva Sadi beserta semua hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan NTT dan Kaltim," jelas Ary kepada Pos-Kupang.Com.
Untuk diketahui, Oliva Sadi bersama Fery Subnafeu dan tiga atlet kempo, Kamilus de Lero, Mansyur Yunus dan Yules Pulu pada tahun 2005 usia PON XVI 2004 hengkang dari NTT dan bergabung di Kalimantan Timur. Para atlet ini resmi pindah ke Kalimantan Timur dan memperkuat Kaltim di berbagai event nasional termasuk PON XVII 2008.
Namun, sejak tahun 2009 lalu, Oliva Sadi memilih kembali ke NTT. Oliva Sadi tahun lalu diangkat menjadi PNS di Bidang Keolahragaan Dinas PPO NTT. Dua bulan lalu, Oliva sudah memperkuat NTT di Jatim Open yang merupakan ajang pra PON XVIII cabang atletik dan lolos di nomor 5.000 meter.