LARANTUKA, POS-KUPANG.COM — Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Aloysius Kene Masan mengatakan, pemungutan suara dalam Pemilu Kada Flotim hanya satu putaran. Pasangan Yoseph Lagadoni Herin-Valens Tukan memperoleh suara terbanyak dari lima paket calon lainnya.
“Saya ingin menepis informasi yang beredar bahwa pemungutan suara berlangsung dua putaran. Walaupun belum pleno, saya bisa memastikan bahwa paket Sonata yang memperoleh suara terbanyak yakni 35.554 atau 35,09 persen, sedangkan Mondial memperoleh 31.092 suara atau 30,68 persen. Ini hasil sementara, tapi saya yakin tidak beda jauh dengan rekap dari PPK,” kata Kene Masan, Jumat (3/6/2011).
Sesuai UU No. 32 tahun 2004, sebagaimana telah diubah dengan UU No. 12 Tahun 2008, pasal 107 ayat (2), jelas Kene Masan, pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang memperoleh suara lebih dari 30 persen dari jumlah suara sah, suara terbesar dinyatakan sebagai pasangan calon terpilih.
Sesuai jadwal, lanjutnya, pada tanggal 6 Juni 2011, KPUD Flotim akan menetapkan Bupati-Wakil Bupati Flotim terpilih periode 2011-2016. Penetapan dilakukan setelah penyusunan dan penyampaian berita acara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara di PPK (panitia pemilihan tingkat kecamatan).
“Sesuai jadwal mulai tanggal 4 sampai 6 Juni kami melakukan penyusunan berita acara untuk menetapkan pasangan calon terpilih,” katanya.
Dari penghitungan suara sementara, setelah paket Yosni Herin-Valens Tukan (paket yang diusung koalisi Sonata) di urutan pertama, dan Mondial (Simon Hayon-Frans Diaz Alffi) di urutan kedua, posisi ketiga adalah Felix Fernandez -Ismail Arakian dengan jumlah suara 12.737 atau 12,57 persen.
Urutan keempat diperoleh pasangan Hironimus Semau Johny Odjan- H. Ludin Lega yang memperoleh 11.411 suara atau 11,26 persen. Urutan kelima pasangan independen Yeremias Bunganaen- Kristo Keban yang memperoleh 5.644 suara atau 5,57 persen dan di urutan buntut adalah pasangan Yosep Yulius Diaz-Markus Amalebe Tokan yang kebagian 4.899 suara atau 4,83 persen.
Kene Masan mengatakan, apa pun hasil akhir yang diperoleh nanti, semua pihak harus menerima sebagai pilihan rakyat. “Kita harus menerima hasil yang ada. Karena proses ini tanpa rekayasa,” katanya.
Sesuai penghitungan suara sementara, terdata sebanyak 32.322 pemilih (22 persen) yang tidak mencoblos alias golongan putih (golput). Angka partisipasi yang mencoblos 78 persen.
“Kalau kita melihat angka partisipasi yang mencoblos 78 persen termasuk bagus. Tapi, kalau melihat angka secara kuantitatif 32.322 pemilih yang tidak mencoblos, maka cukup banyak. Namun yang tidak mencoblos bukan hanya karena tidak mau memilih namun sebagian karena mati, pindah alamat dan para siswa SMA yang tamat sekolah yang saat pemungutan suara berada di luar daerah,” jelas Kene Masan.