37 Barcelona di Langit Ketujuh - Pos Kupang
Pos Kupang
Barcelona di Langit Ketujuh
Selasa, 31 Mei 2011 15:27 WITA
Share |
Berita Terkait

UNESCO menetapkan tujuh keajaiban dunia. Kalau UEFA dan FIFA menetapkan tujuh keajaiban dalam sepakbola dunia, Barcelona pantas masuk urutan terdepan sebagai sebuah tim dan Lionel Messi secara individu.

Ya, Barcelona kembali membuktikan dirinya berada di langit ketujuh. Barca tak tersentuh. Gelar Liga Champions pun kembali mereka rengkuh. Tim sekelas Manchester United --yang baru saja menahbiskan diri sebagai Raja Inggris dengan torehan gelar ke-19, dibuat menangis. MU tak berdaya membendung keperkasaan Barca yang memainkan sepakbola fantastis.

Tim asuhan Alex Ferguson mencoba tampil menekan sejak awal dengan harapan permainan Barca yang dimotori trio kurcaci, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Messi tak berkembang. Taktik pressure ketat itu sempat berjalan baik di awal, tapi skuad Barca dihuni pemain-pemain dengan skill mumpuni dan memiliki seorang anak ajaib, Lionel Messi, sehingga pelan-pelan bisa keluar dari tekanan.

Bahkan setelah sepuluh menit pertandingan di Stadion Wembley, yang kemarin penuh oleh suporter kedua tim, Barca sudah memegang kendali dan mampu mendominasi. Kecakapan memainkan ball possesion ditambah insting-insting luar biasa pasukan Pep Guardiola mengantar mereka unggul lewat gol Pedro yang diarsiteki sang maestro passing, Xavi.

Bisa dimengerti kalau orang seperti Sir Alex Ferguson tidak nyaman dengan status sebagai tim kedua terbaik di Eropa. Lebih tidak nyaman lagi melihat tim terbaik yang menjadi saingannya, bukan sekadar ada di depan mereka, tetapi karena begitu jauh perbandingan kualitasnya.

"Ini tim terbaik yang pernah saya hadapi sepanjang karier manajerial saya. Semua orang tahu itu dan saya bisa menerimanya. Tidak pernah ada tim menghajar kami seperti mereka," kata Ferguson usai pertandingan.

Rasa sakit akibat kekalahan itu lebih terasa karena ia berulangkali mengatakan tahu persis kesalahan yang dilakukan di Roma dua tahun lalu. Ia dua minggu merancang sistem yang ia yakini akan mampu menjawab kehebatan permainan Barcelona. Barcelona seperti menoreh luka baru di atas luka lama. Apapun persiapan yang dilakukan oleh Alex Ferguson jelas tidak jalan dan Barcelona tetap mengiris-iris pertahanan mereka persis seperti dua tahun lalu.

Satu-satunya yang mungkin keluar dari pertandingan itu untuk Manchester United dan bisa mengatakan ia berada di tataran yang sama dengan Barcelona hanyalah Wayne Rooney. Jelas Manchester United perlu membangun sebuah tim baru. Dengan umur rata-rata sekitar 25 tahun, tim Barcelona yang sekarang ini masih mempunyai sekitar lima tahun untuk berprestasi maksimal sebelum secara alami menurun.

Ada pelajaran berharga yang ditinggalkan Guardiola dan Fergie setelah final Champions berakhir. Sungguh menggetarkan melihat adegan ketika Ferguson berjabat tangan dengan Guardiola. Tanpa sedikitpun berkilah, Ferguson yang jauh lebih tua dari Guardiola mengakui kehebatan tim Barcelona. Ia menunjukkan sikap ksatria dengan mengapresiasi keunggulan lawannya.

Guardiola sendiri dengan terang-terangan menyampaikan kekagumannya pada  Ferguson. Ia justru angkat topi atas segala capaian kakek asal Skotlandia itu. Baginya, sungguh tak mudah membentuk sebuah tim dan menjaga performa selama lebih dari 25 tahun.

Maka, di tangan Guardiola dan Ferguson, sepakbola kemudian tidak lagi menjadi panggung perebutan gelar dan kehormatan. Sepakbola menjadi panggung yang mempertontonkan kearifan dan kebesaran jiwa. Sepakbola adalah permainan yang mengasah karakter dan kerendahan hati.

Setelah kembali memenangi Liga Champions, dan juga La Liga Spanyol, Barca kini menatap dua gelar lainnya, Piala Super Eropa (bertemu juara Liga Europa, FC Porto) dan Piala Dunia Antarklub di Jepang. Jika kembali sukses seperti tahun 2009 saat memenangi enam gelar sekaligus, maka Barca memang benar-benar pantas bertahta di langit ketujuh dan menjadi salah satu keajaiban sepakbola dunia. (tribunnews)