ENDE, pos-kupang.com—Evakuasi KM Nusa Damai yang tenggelam di Kolam Labuh Pelabuhan Ippi-Ende diharapkan tidak akan menggunakan ‘PT Akan’, namun benar-benar perusahaan yang memiliki kualifikasi profesional sehingga proses evakuasi bangkai kapal dapat berlangsung dengan baik.
Demikian harapan Bupati Ende, Drs. Don Bosco Wangge, menjawab pertanyaan anggota PMKRI Cabang Ende saat dialog antara Bupati Ende dengan mahasiswa PMKRI di ruang kerja bupati, Sabtu (14/5/2011). Bupati Don Wangge mengatakan, terkait dengan evakuasi KM Nusa Damai dipastikan pekan depan ada tiga perusahaan datang mempresentasikan rencana kerja mereka untuk proses evakuasi bangkai KM Nusa Damai. Dari tiga perusahaan ini, pemda akan memilih satu perusahaan yang dianggap terbaik untuk evakuasi.
“Kita semua berharap ada perusahaan yang benar-benar serius mau evakuasi KM Nusa Damai, bukan sekadar ‘PT Akan’ yang artinya hanya sekadar akan melakukan, namun tidak ada realisasi,” kata Don Wangge.
Menurut Bupati Don Wangge, pelaksanaan evakuasi KM Nusa Damai di kolam labuh Ippi-Ende menjadi hal utama yang harus segera dilakukan guna membebaskan kawasan itu dari bangkai kapal. Dengan demikian aktivitas bongkar muat barang dan penumpang bisa kembali normal seperti sebelumnya.
Dikatakannya, terhentinya aktivitas di kolam Labuh Pelabuhan Ippi-Ende, membuat barang di Kota Ende menjadi sangat mahal dan berpengaruh pada berbagai sektor kehidupan yang ada di Kabupaten Ende. Hal itu terjadi karena ongkos angkut yang mahal ketika barang dibongkar di Pelabuhan Maumere, Sikka. Padahal jika barang dibongkar di Ende tentu akan jauh lebih murah.
Sehubungan proses evakuasi bangkai KM Nusa Damai, Don Wangge mengaku sangat geram dengan sikap pemilik kapal yang terkesan tidak bertanggung jawab dengan kapal yang tenggelam di kolam Labuh Ippi-Ende.
“Beberapa waktu lalu saya sempat bertemu pemilik kapal. Untung saja orang itu sudah tua. Dia terkesan tidak mau bertanggung jawab dengan kapal yang tenggelam di Ippi,” kata Don Wangge.