LEWOLEBA, POS KUPANG.Com --Meski Ketua KPUD Lembata, Wilhelmus Panda Mana Apa, S.Ip, sudah mengajukan pengunduran diri, dan KPU Propinsi NTT sudah mengeluarkan keputusan pemberhentian sementara, namun secara aturan, Mus Panda masih menjadi anggota KPUD Lembata.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPUD Lembata, Michael Satria Wulan Betekeneng, ketika ditemui FloresStar di Lewoleba sepulangnya dari Jakarta, Minggu (3/4/2011) sore.
Satria menjelaskan, sesuai penyampaian dari Ketua KPU NTT, Johanes Depa bahwa Mus Panda boleh mengundurkan diri sebagai Ketua KPUD Lembata,tetapi masih sebagai anggota KPUD Lembata sambil menunggu keputusan lanjutan dari KPU NTT.
"Itu penyampaian dari Ketua KPU NTT, Pak John Depa. Bahwa Pak Mus tidak bisa berhenti sebagai anggota KPUD Lembata karena proses penyelenggaraan Pemilu Kada Lembata sedang berjalan. Dalam minggu ini, Pak Mus akan menghadap KPU NTT untuk memberikan keterangan terkait pengunduran dirinya," kata Satria.
Mengenai hasil klarifikasi terhadap keberatan dari tiga pasangan bakal calon, yaitu Paket Petani, Paket Pelayan dan Paket Firman, Satria mengatakan, KPUD Lembata bersama KPU NTT telah bertemu dua anggota KPU Pusat (Pelaksana Harian Ketua KPU Pusat, Endang dan Saul Sirait) serta Kasubag Teknis dan Hukum KPU Pusat.
Hasilnya, lanjut Satria, KPU Pusat mendukung semua yang dilakukan KPUD Lembata. "Artinya, semua yang kami (KPUD Lembata) lakukan telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.
Setelah KPU Pusat memutuskan bahwa yang dilakukan KPUD Lembata sudah benar, kata Satria, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat dan peserta Pemilu Kada Lembata untuk tetap tenang karena Pemilu Kada Lembata akan tetap berjalan normal sesuai jadwal dan tahapan yang telah ditetapkan. "Tahapan ini berjalan normal, diharapkan kepada semua pihak mendukung," pintanya.
Tentang langkah selanjutnya, Satria menjelaskan, saat ini konsentrasi persiapan pembentukan alat kelengkapan penyelenggara pemilu kada, KPPS, penggandaan DPT, serta persiapan pencetakan surat suara, kartu pemilih, daftar calon dan format-format lainnya.
Satria mengatakan, saat berada di KPU Pusat, ia telah menerima laporan dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terkait harta kekayaan para calon bupati dan wakil bupati Lembata.
"Total harta kekayaan yang dimiliki para calon itu dihitung KPK berdasarkan harta tidak bergerak (tanah dan bangunan), harta bergerak (alat transportasi dan mesin lain), peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan dan usaha lainnya. Harta bergerak lainnya, giro dan setara kas lainnya, surat berharga dan piutang," jelas Satria.
Dari enam calon bupati, lanjut Satria, harta kekayaan terbanyak calon bupati, Eliaser Yentji Sunur dari paket Lembata Baru senilai Rp 3.672.369.674, menyusul Herman Loli Wutun dari Paket Ttiten senilai Rp 2.619.185.589 dan di urutan ke tiga, calon bupati Johanes Lake dari paket Jonson senilai Rp 982.488.317. Sedangkan calon bupati yang memiliki daftar kekayaan terendah Drs. Andreas Nula Liliweri dari Paket Ayo senilai Rp 47.854.002.
Calon wakil bupati, kata Satria, kekayaan terbanyak calon wakil bupati, Bernadus Boli Hipir dari Paket Sinar senilai Rp 635.622.079, disusul calon wakil bupati, Viktor Mado Watun dari Paket Lembata Baru senilai Rp 634.182.035. Calon wakil bupati yang memiliki harta terendah Viktus K. Murin dari Paket Titen senilai Rp 39.580.000.
Daftar harta kekayaan calon ini, demikian Satria, dikeluarkan KPK tanggal 30 Maret 2011 Nomor : B-857/12/03/2011 dan ditandatangani Pimpinan Deputi Bidang Pencegahan melalui Plh. Direktur Pendaftaran dan pemeriksaan LHKPN, Adjinsyah M. Nasution. (gg)
Daftar Kekayaan Calon
Bupati dan Wabup
1. Paket Sinar:
-.Anthanasius Aur Amuntoda = Rp 525.000.000
-.Bernadus Boli Hipir = Rp 635.622.079
2. Paket Lembata baru
-.Eliazer Yentji Sunur = Rp 3.672.369.674
-.Viktor Mado Watun = Rp 634.182.035
3. Paket Lirik Kusplus
-.Bediona Philipus= Rp 542.389.556
-.Fredrikus Wahon = Rp 226.306.659
4. Paket Ayo
-.Andreas Nula Liliweri = Rp 47.854.002
-.Yoseph Meran lagaur = Rp 48.792.575
5. Paket Titen
-.Herman Loli Wutun = Rp 2.619.185.589
-.Viktus K Murin = Rp 39.580.000
6. Paket Jonson
-.Johanes Lake = Rp 982.488.317
-.Simon G. Krova = Rp 78.895.895
Sumber : KPUD Lembata, dikutip dari Laporan Harta kekayaan penyelenggara Negara (LHKPN) Nomor : B-857/12/03/2011.