ATAMBUA, POS KUPANG.Com -- Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Belu masih menyelidiki oknum yang mengaku bernama Meri yang membawa lari Yuditha Dasilva (14) dan Adriana Bete (14), dua anak di bawah umur untuk menjadi TKI. Polres Belu juga berencana berkoordinasi dengan aparat Polri, baik yang ada di daratan Timor maupun luar Pulau Timor untuk ikut membantu mencaritahu keberadaan kedua calon TKI tersebut.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Belu, AKBP Andi Harsito, S.Ik, menyampaikan hal ini melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Polres Belu, Iptu Muhamad Azhar, S.H, kepada Pos Kupang di Mapolres Belu, Selasa (29/3/2011). Azhar ditanyai soal langkah yang diambil polisi terkait kasus yang dialami calon TKI asal Belu tersebut.
Seperti diberitakan harian ini kemarin, Yuditha Dasilva (14) dan Adriana Bete (14), dibawa lari oleh oknum yang mengaku bernama Meri dari sebuah Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Yuditha Dasilva dan Adriana Bete adalah warga Taeksoruk, Kecamatan Tasifeto Timur, Belu. Orangtua mereka melaporkan kasus ini ke polisi, Senin (28/3/2011).
Azhar menjelaskan, pihaknya akan terus berusaha membantu mengembalikan Yuditha Dasilva dan Adriana Bete kepada orangtua mereka. Langkah yang sudah diambil adalah meminta orangtua korban pergi ke alamat oknum yang bernama Meri di Jalan Kenari, Kota Kefamenanu, termasuk berkoordinasi dengan aparat Polres TTU. Sementara pihak Polres Belu juga berkoordinasi dengan aparat di Polres TTU untuk ikut membantu mencaritahu alamat oknum yang bernama Meri tersebut. Sejauh ini, kata Azhar, belum ada laporan mengenai keberadaan kedua korban.
"Kita saat ini masih selidiki oknum yang bernama Meri itu, apakah benar ada di alamat Jalan Kenari Kefamenanu ataukah tidak ada. Kita memang meminta orangtua korban juga ikut membantu dengan mendatangi alamat itu, sambil kita berkoordinasi dengan Polres TTU. Kita belum mengetahui secara jelas PJTKI mana yang merekrut kedua korban, karena saat oknum Meri mendatangi rumah para korban tidak menyampaikan PJTKI dia bekerja. Tapi kita tetap berusaha mengungkap kasus ini," tegas Azhar. (yon)